Mortir Rusia ‘Terdampar’ di Kali Babon

Mortir kaliber 81 mm yang ditemukan di pinggir Kali Babon, Jumat (27/2) sore. Foto Metrosemarang/Anton Sudibyo
Mortir kaliber 81 mm yang ditemukan di pinggir Kali Babon, Jumat (27/2) sore. Foto Metrosemarang/Anton Sudibyo

SEMARANG – Sebuah mortir ditemukan di Sungai Babon, perbatasan Kota Semarang-Kabupaten Demak, Jumat (27/2) sore. Mortir yang diduga peninggalan zaman penjajahan Belanda ini selanjutnya diserahkan ke Kodim 0733/BS Semarang.

Kepala Staf Kodim 0733/BS Semarang Mayor Infanteri Rahmatullah AR mengatakan, mortir tersebut ditemukan seorang pencari ikan bernama Soebandiyo (45) warga Penggaron Lor, Genuk, sekitar pukul 16.30. “Ditemukan di tepi Kali Babon. Selanjutnya, warga melaporkan ke Koramil 06 Genuk dan menyerahkan mortir kepada kami,” jelasnya.

Rahmatullah belum bisa memastikan apakah mortir seberat 4 kilogram tersebut masih aktif atau tidak. “Syukur-syukur tidak aktif lagi. Jika dilihat secara fisik sudah tidak tajam karena kepala sudah diisi cor-coran.‎ Kemungkinan ini buatan tahun 1947,” imbuhnya.

Diperkirakan, mortir ini buatan Rusia dan memiliki daya ledak hingga radius 25 meter. “Jenis senjata ini masuk kategori mortir 81, yang biasa digunakan di kompi bantuan satuan infanteri,” beber Rahmatullah.

Selanjutnya, mortir tersebut diserahkan ke Asnik Paldam IV/Diponegoro. (byo)

You might also like

Comments are closed.