MUI Semarang Minta Kaji Ulang Kebijakan Sekolah Lima Hari

METROSEMARANG.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang merespons kebijakan pemerintah terkait lima hari sekolah sebagaimana dicanangkan oleh Mendikbud. Ketua Umum MUI Kota Semarang, Prof Dr KH M Erfan Soebahar MAg menegaskan bahwa umat Islam Indonesia perlu diberikan solusi terbaik tentang jam sekolah dan melegakan semua pihak.

Pembukaan FGD Full Day School dihadiri Muh Zen Adv, M Erfan Soebahar, Bunyamin dan Amin Farih (dari kiri ke kanan). Foto: istimewa

“Yang paling utama perlu diperhatikan adalah pemanfaatan waktu sehat dan porsi waktu mingguan dalam mencari ilmu,” tegasnya saat membuka FGD Full Day School yang digelar MUI Kota Semarang di Aula Masjid Al Azhar Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan Semarang, Minggu malam (23/7).

Sekolah lima hari dari pagi hingga sore harus dikaji secara serius. Jangan sampai justru menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. “Butuh kerjasama yang baik antara pendidik dan peserta didik agar ruang pembelajaran bisa kondusif,” ungkap Erfan yang juga guru besar UIN Walisongo Semarang ini.

Penataan waktu sekolah, lanjutnya, tidak hanya memikirkan untuk siswa perkotaan saja, tapi harus memikirkan masyarakat kampung dan pelosok desa. “Mereka perlu diberikan solusi waktu belajar sesuai kemampuan dengan variasi-variasi pengajaran agar tidak bosan di kelas,” tegasnya.

MUI berharap, kebijakan pendidikan di Indonesia dapat melegakan semua pihak. Jadi, sekolah lima hari kalau memang berpotensi menutup lembaga pendidikan Islam seperti madrasah diniyah, taman pendidikan Alquran (TPQ) dan pondok pesantren, sebaiknya tidak dilanjutkan. (duh)

You might also like

Comments are closed.