Nama Rommy Muncul dalam Munas PPP Sebagai Cawapres Jokowi

SEMARANG – Nama Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Muhammad Romahurmurziy disebut-sebut sebagai figur yang bisa mendampingi Joko Widodo sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019 nanti.

Munas PPP
KH Maimoen Zubaer, Ketua Majelis Syuro PPP saat menghadiri puncak Munas Alim Ulama. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

Fakta tersebut menyeruak tatkala sejumlah tokoh ulama dari 34 provinsi menghadiri puncak acara Munas Alim Ulama Ke-2 PPP di Patrajasa Hotel Semarang, Sabtu pagi (14/4).

Sekjen DPP PPP, Asrul Sani mengatakan untuk kriteria cawapres pendamping Jokowi, partainya telah menyodorkan berbagai kriteria yang mencakup sosok yang punya intelektualitas yang memadai, memahami persoalan pembangunan serta keagamaan yang berkembang di Indonesia dan kriteria lainnya.

“Tentunya tadi ada yang usul mendorong pak Rommy (panggilan Romahurmurziy) dan disebut langsung di munas ini. Tetapi, kita sudah kompak semuanya harus dimusyawarahkan dengan partai-partai pengusung Jokowi,” ujar Asrul, usai menutup rangkaian acara Munas Alim Ulama.

Saat melihat sosok Rommy muncul sebagai kandidat cawapres, ia menyebut hal tersebut masih dianggap banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya. Dalam artian, kata Asrul, pihaknya senang melihat nama Ketum PPP bersanding dengan Jokowi. Namun, ia ingin tak terlalu jauh membahas hal itu agar tidak menimbulkan kegaduhan baru di dalam parpol koalisi pengusung Jokowi.

“Dalam Munas Alim Ulama, kita tidak menyebut nama tapi mengusulkan kriterianya yakni sesuai keputusan DPP,  narasi kepemimpinan Bangsa Indonesia tetap perlu duet nasionalis dan agamis,” terangnya.

Hasil lainnya, ia melanjutkan partainya juga meneguhkan komitmen kebangsaan para alim ulama untuk mempertahankan konsensus Pancasila, UUD 45, dan nilai-nilai kebhinnekaan.

“Artinya alim ulama PPP menolak paham-paham atas nama Islam yang ingin mengganti ideologi Pancasila. Terutama paham transaksional luar negeri. Ini semua kita perbaiki untuk memperkuat nilai kebangsaan kita,” tandasnya. (far)

 

 

You might also like

Comments are closed.