Naomi Vionitta, Awalnya Coba-Coba Akhirnya Terjerat

Beauty Vlogger Ribuan Follower

Yakin, cantik itu dari hati saja? Kami berbincang dengan Vio tentang konten kecantikan yang ditonton ribuan orang.

“AKU suka grogi deh diwawancara begini. Padahal aku suka ngomong sendiri di depan kamera,” seloroh Vio. Ia bernama lengkap Naomi Vionitta Wijaya, pemilik akun Instagram @naomiviow berpengikut lebih dari 37 ribu. Dengan pengikut sebanyak itu, akun Vio bisa dibilang lumayan besar di Semarang.

Galeri instagram Vio berisi tips perawatan wajah, teknik bermake-up, hingga ulasan produk-produk kosmetik yang cocok untuk kulit wajahnya. Kami berbincang dengan Vio, tentang bagaimana ia menyiapkan konten yang ditonton puluhan ribu pengikutnya itu.

“Aku minggu ini lagi banyak ngurus project. Kelar ini aku mau ngegym. Bukan karena pengen nurunin berat badan, tapi memang aku suka olahraga,” kata Vio, membuka obrolan dengan kami.

Follower kamu banyak banget. Sejak kapan mulai tambah banyak?
Baru tahun kemarin. Aku kaget banget, karena itu tiba-tiba.

 

Kamu upload apa waktu itu?
Video make-up. Aku bikin terus. Mungkin orang senang ya, melihat akun yang kontennya konsisten.

Orang yang membuat konten kecantikan berformat video, disebut dengan istilah beauty vlogger. Vlog sendiri adalah kepanjangan blog video atau log video, merupakan bentuk blog dengan medium video. Vlog seringkali menggabungkan video dengan teks pendukung, gambar, dan metadata lain.

Pembuatan vlog dapat dilakukan dengan sekali perekaman atau dipotong menjadi beberapa bagian. Vlog populer di platform berbagi video, Youtube. Tapi kini, vlog juga bertebaran di lini masa Instagram, seiring dengan pengembangan platform berbagi foto dan video.

(disarikan dari berbagai sumber)

 

Di Instagram, kamu fokus mengisi konten tentang make-up dan kamu terlihat terampil sekali. Memangnya sejak kapan kamu suka make-up?
Waktu TK aku suka beli mainan make-up. Cuma setelah beranjak dewasa, aku jadi tomboy dan nggak suka lagi mainan make-up. Aku baru mendalami make-up lagi waktu SMA kelas tiga.

 

Wah, ternyata pernah jadi anak tomboy juga ya. Gimana ceritanya bisa jadi beauty vlogger?
Sebelum serius jadi beauty vlogger aku benar-benar menekuni banyak hal. Sampai akhirnya aku menemukan titik, di mana ada peluang paling besar untuk aku seriusi. Ya sudah, akhirnya aku memutuskan untuk fulltime. Mulainya dari MUA dulu.

MUA atau make up artist, merupakan seniman profesional yang menggunakan kulit, terutama wajah, sebagai medium berkarya, serta produk makeup sebagai alat. Make Up Artist bisa memiliki fokus yang berbeda-beda. Seperti riasan untuk pengantin dan acara formal lainnya, rias tradisional dan adat, face and body painting, atau special effect seperti yang biasa digunakan pada film-film.

(sumber: glossary pada journal.sociolla.com)

 

Belajar make-up di mana?

Aku nonton banyak video make-up dari Youtube. Belajar otodidak. Karena penasaran, jadi aku pelajari lebih serius sampai akhirnya ngerti banyak teknik bermake-up.

Vio memiliki klien yang memakai jasanya sebagai make-up artist. Ia mengikuti kursus agar hasil kerjanya memuaskan. Kini Vio adalah MUA bersertifikat.

Orang terdekatku bilang, kalau mau ambil hati klien, ya harus ada bukti bahwa aku benar-benar orang yang profesional. Akhirnya aku kursus tiga tahun lalu. Aku ambil lima kali pertemuan, setelah itu dapat sertifikat.

 

Kayaknya kamu lebih fokus urus Instagram ketimbang Youtube, kenapa?
Itu karena permintaan dari followers aku. Sebelum aku mau melakukan hal yang lebih besar aku research dulu. Mereka bilang kalau (nonton-red) di Youtube itu boros kuota data. Jadi aku lebih fokus ke Instagram.

Pertengahan Maret 2018, video buatan Vio pernah diunggah ulang oleh sebuah toko online, tanpa menyertakan identitasnya sebagai pembuat. 


Waktu video kamu diambil tanpa izin itu, bagaimana reaksi kamu?
Cukup sedih ya. Tapi kalau direpost ulang saja sebetulnya aku nggak masalah. Karena di update-an (unggahan pada akun toko online yang dimaksud –red) itu kredit nama aku dipotong, dan nama aku nggak ada. Padahal orang kan bikin video butuh waktu, butuh mood, ditambah harus ngedit dulu. Meskipun videonya simpel, tapi itu semua kan butuh kerja keras. Aku lumayan sedih, cuma mau bagaimana? Dunia sosial media..

Pernah ada komentar negatif tentang gaya make-up kamu nggak?
Sampai detik ini sih belum ada. Karena tipe make-up aku itu walaupun bold tapi tetap terlihat natural. Walaupun manglingi (bikin pangling-red), cuma tetap kelihatan soft.

 

Kalo ada gimana?
Aku sih tipenya nggak mikirin hal negatif yang dikatakanorang. Baik itu di media sosial maupun di dunia nyata. Ya sudahlah nggak usah dianggep orang-orang seperti itu.

Akhir-akhir ini ada sih orang yang komentar kalau make-up yang aku buat begitu-begitu aja. Cuma buat aku, bikin make-up ini juga permintaan dari mereka. Paling aku gituin saja. Aku nggak pernah sampe baper (dimasukkan ke hati-red). Kalo yang bagus di dengar, kalau yang nggak mendukung ya biarkan saja.

 

Apa yang berubah dari hidupmu setelah banyak dikenal orang?
Yang pasti, aku jadi punya koneksi lebih banyak. Teman aku juga tambah banyak. Bahkan, yang hanya bertemu di dunia maya, istilahnya aku belum pernah ketemu langsung, tapi aku bisa merasakan dukungan mereka.

Kalau lagi malas bikin video atau belum mood, itu semua bisa aku atasi karena ada mereka. Karena ada mereka jadi aku semangat lagi.

 

Pernah nggak sih merasa berada di titik jenuh?
Sering banget, karena saking seringnya bikin video. Semakin orang konsisten, semakin cepat juga dia bosan. Apalagi aku tipenya nggak bisa melakukan rutinitas yang sama setiap hari.

 

Lalu, apa yang kamu lakukan?

Aku selingi dengan bikin konten yang lain. Atau dengan menonton video Youtube orang lain. Terus lihat, “Kok make-upnya bagus. Aku mau ah recreate.” Tapi benar-benar langsung bangun dari tempat tidur dan langsung bikin video gitu. Mengatasi mood drop ya dengan nontonin video orang lain, mau lokal mau internasional semua aku nonton.

Siapa beauty influencer yang paling menginspirasi kamu?
Michele Phan. Dia benar-benar menyalurkan energi positif buat semua pengikutnya. Dia kalau kasih review itu detil banget. Makanya aku sempat sedih mendengar dia keluar dari dunia Youtube.

 

Menurut kamu, perkembangan influencer di kota Semarang itu bagaimana?
Di Semarang, untuk influencer kayaknya belum kelihatan betul. Buktinya belum banyak event yang dibikin serius. Mungkin karena daya saing di kota ini belum sebesar di Jakarta. Aku pernah juga mengalami, tadinya excited ada yang bikin event, eh (akhirnya-red) batal. Walau begitu, aku berharap bisa bikin karya bareng ke depannya.

 

Ada rencana selanjutnya?
Aku punya keinginan kolaborasi sama brand. Pengin punya brand sendiri.

 

Apa sih cantik menurut kamu?
Nggak munafik ya. Banyak orang yang bilang cantik itu dari hati, tapi menurut aku cantik itu ya di mana kita bisa merawat diri kita. Karena diri kita ini kan titipan, kita harus tanggung jawab dengan merawatnya. Selain itu, cantik itu harus punya attitude yang bagus, menghargai orang lain dan punya belas kasih sama orang lain.

 

Apa pesan kamu buat beauty enthusiast yang ingin sukses seperti kamu?
Pesen aku, jadi diri sendiri. Mungkin jadi diri sendiri itu sulit, tidak mudah. Tapi kalau kamu bisa konsisten bikin konten yang bagus dan punya ciri khas sendiri pasti orang akan melihat sisi unik kamu. (*)

 

Reporter: Fitria Eka Mawardie
Editor: Eka Handriana
Videografer: Efendi

 

Comments are closed.