Nekat Bertahan di Eks Pasar Kanjengan, Puluhan Pedagang Ditertibkan

METROSEMARANG.COM – Puluhan lapak pedagang pancakan Pasar Kanjengan Kota Semarang ditertibkan petugas Satpol PP Kota Semarang, Jumat (27/10) dini hari. Penertiban dilakukan sebab pedagang tetap nekat berjualan di sekitar Pasar Kanjengan.

Penertiban pedagang pancakan di eks lokasi Pasar Kanjengan ditertibkan petugas Satpol PP, Jumat (27/10) dinihari. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Para pedagang pancakan menolak menempati relokasi sementara Pasar Johar di komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Meskipun sebagian bangunan kios dan lapak Pasar Kanjengan sudah dirobohkan dan sedang dilakukan kegiatan pembangunan Pasar Johar baru.

Satpol PP bersama petugas dari Dinas Perdagangan satu per satu mengangkut lapak pedagang ke atas kendaraan operasional untuk diamankan. Sementara para pedagang terlihat hanya bisa pasrah lapaknya dibawa petugas.

Pedagang pancakan sendiri mengaku memilih kembali berjualan di sekitar lokasi Pasar Kanjengan, lantaran tempat relokasi sementara di komplek MAJT yang disediakan pemerintah kota dinilai sepi pembeli.

”Tempat relokasi yang disediakan tidak layak, selain ukurannya sempit hanya satu meter akses jalan di lokasi juga menyulitkan pedagang,” ungkap Yuminah, salah satu pedagang pancakan yang berjualan buah yang nekat berjualan di lokasi Pasar Kanjengan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menyatakan, langkah penertiban terpaksa dilakukan karena pedagang tidak menghiraukan aturan dari pemerintah, yakni harus menempati tempat relokasi sementara yang telah disediakan.

”Keberadaan para pedagang pancakan ini jelas sangat mengganggu aktifitas keluar masuk material proyek pembangunan Pasar Johar baru yang sedang dikerjakan,” jelasnya.

Berdasarkan pendataannya, lanjutnya, pedagang pancakan yang ada di Pasar Kanjengan sebanyak sekitar 1.030 pedagang. Mereka telah diberi batas waktu hingga tanggal 18 Oktober kemarin untuk menempati relokasi sementara di komplek MAJT.

”Namun sebagian pedagang nekat kembali berjualan di sekitar lokasi eks Pasar Kajengan, jelas sangat mengganggu kegiatan pembangunan Pasar Johar baru,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.