‘Nguri-uri’ Hape Jadul agar Tak Lekas Punah

METROSEMARANG.COM – Bisnis gadget terus mengalami perkembangan yang sangat pesat dari waktu ke waktu, seiring keinginan penggunanya untuk meng-update teknologi terbaru. Setiap produk baru juga menyajikan fitur yang semakin memanjakan pemiliknya. Akibatnya, sebuah handphone atau hape dengan cepat bisa dianggap jadul hanya dalam hitungan bulan.

Namun, hal itu tak menyurutkan sekelompok pemuda yang tergabung dalam komunitas HP jadul, unik, dan langka Semarang. Mereka inilah yang masih tetap ‘melestarikan’ ponsel-ponsel lawas yang sudah tidak produksi atau bahkan pabriknya sudah tutup. Seperti Motorolla, Ericsson, Sony Ericsson, Nokia, Siemens, dan merk lainya yang sudah susah ditemui di pasaran.

Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Pendiri komunitas HP Jadoel Semarangan, Mahesa mengatakan, perkumpulan yang ia dirikan memang sengaja mengajak para pecinta hape seri lawas. “Selain bersilaturahmi, kami juga berusaha agar hape jadul ini tidak semakin punah, caranya ya dengan memberi wadah agar bisa berkumpul bareng,” kata Mahesa saat berkumpul di Taman Srigunting Kota Lama Semarang, Minggu (20/3).

Tak tanggung-tanggung, anggota komunitas tersebut berasal dari berbagai daerah di Jateng seperti Pati, Jepara, Salatiga, Solo, Boyolali, Kendal, Batang, hingga Pekalongan. “Di media sosial sendiri kita punya anggota sekitar 6.000, tapi kalau ngumpul-ngumpul paling sekitar 100-an orang,” terang Mahesa.

Menurutnya, kualitas hape jadul tidak tergantikan. Salah satunya produk yang memakai sinyal satelit. Jadi tak perlu menara BTS untuk mendapatkan sinyal, bahkan di tengah laut, hape yang memakai sinyal satelit pun akan tetap bisa digunakan.

“Kita rencanakan akan mendirikan klinik khusus hape jadul, tapi untuk saat ini masih kita matangkan dengan pengurus komunitas,” katanya. (din)

You might also like

Comments are closed.