Niandaru, Antara Fesyen dan Kegiatan Sosial

Bisnis Online Hingga Rumah Singgah

Berbagi sedekah dengan kaum dhuafa setiap hari Jumat, menjadi orang tua asuh untuk beberapa anak yang kurang beruntung, hingga mengembangkan rumah singgah

DI tengah kesibukannya mengelola usaha di bidang fesyen, Kurnia Ndaru dikenal aktif di berbagai kegiatan di bidang sosial tidak perlu diragukan lagi. Berbagai kegiatan sosial juga telah dilakukannya sejak lama.

Seperti berbagi sedekah dengan kaum dhuafa setiap hari Jumat, menjadi orang tua asuh untuk beberapa anak yang kurang beruntung, hingga mengembangkan rumah singgah untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Pemilik Nia Ndaru Collection (NNC) ini menuturkan, berkiprah di bidang sosial merupakan panggilan jiwa.

sosok semarang
Niandaru bersama anak-anak berkebutuhan khusus di rumah singgah. (foto: istimewa)

“Sejak dulu saya memang ingin membantu saudara-saudara yang bernasib kurang baik, tidak ada motivasi apapun, rasanya seneng saja melihat senyuman saudara-saudara yang terbantu. Semata-mata hanya mengharap ridlo Allah saja,” kata Niandaru panggilan akrabnya, Minggu, 9 September 2018.

 

Bisnis Fesyen

Dunia fesyen sudah ditekuni sejak tahun 2008, saat itu baru saja lulus kursus menjahit pada sebuah lembaga keterampilan. Setelah itu mencoba untuk mendesain busana wanita untuk dirinya sendiri.

Namun tidak disangka banyak teman-teman yang suka dan minta untuk didesainkan. Dari situ secara getok tular ( dari mulut ke mulut ) pesanan semakin banyak. Tidak terasa sebuah hobi di dunia fashion menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan.

sosok semarang
Niandaru menekuni bisnis fesyen setelah lulus kursus menjahit. (foto: istimewa)

Sekarang ia mulai mengembangkan bisnisnya lewat jalur online. Produknya sudah dipasarkan di beberapa kota di Indonesia. Seperti Solo, Jakarta, Surabaya, Bali, Pontianak bahkan ke luar negeri.

“Saat ini saya mempekerjakan tujuh karyawan dan dua tenaga administrasi“, kata senior area manager di salah satu perusahaan swasta ini.

 

Rumah Singgah

Rumah singgah yang ia dirikan untuk menampung beberapa anak berkebutuhan khusus. Seperti anak-anak yang mengalami keterbelakangan mental, anak autis dan lain sebagainya.

“Mereka kita didik, kita latih, agar bisa berkembang, minimal bisa mandiri. Apalagi mereka juga memiliki bakat yang bisa kita gali dengan berbagai upaya,” katanya. Kurnia Ndaru juga mendorong agar orang tua yang memiliki anak kebutuhan khusus agar tidak  menyembunyikan anaknya, sehingga anak bisa berkembang dan atau mandiri. (*)

You might also like

Comments are closed.