Nikmatnya Sate Omponk, Sajian Menggoda bagi Para Lansia

METROSEMARANG.COM – Aroma bakaran daging ayam langsung menusuk hidung tatkala pengunjung menginjakkan kakinya di stand Festival Kuliner, Mal Sri Ratu Jalan Pemuda Semarang.

Sate Omponk
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Dengan mengusung tema Brotherfood, Heri Santosa sang penjaja kuliner tersebut menyambut ramah metrosemarang.com.

“Ini namanya sate omponk. Bahan bakunya dari daging ayam digiling lembut, dikepeli, disunduk seperti sate baru dibakar,” kata Heri, sembari menunjukkan pembuatan sate omponk.

Ia mengaku sajian sate omponk jadi alternatif bagi warga yang ingin menyantap makanan rendah koresterol. “Jika orang ndak suka makan sate kambing, maka sate omponk jadi menu yang patut dicoba,” katanya.

Metrosemarang.com pun mencoba mencicipi sate omponk tersebut. Dengan tekstur lembut dengan cita rasa manis, Heri mengungkapkan sate omponk menyasar segmen anak kecil dan para orangtua lanjut usia atau lansia).

Seporsi sate omponk dijual Rp 25 ribu. Ia saban hari membuka warung sate omponk di pujasera Gang Lombok. “Makanya, saya buat seempuk mungkin, biar mudah digigit dan dicerna para lansia,” bebernya.

Menurut Firdaus Adinegoro, Koordinator Kuliner Semarang, sate omponk jadi menu khas Semarang yang menggabungkan alkulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. “Sate omponk dibuat dengan mengadopsi pembuatan sate babi,” tukasnya.

Ia menjelaskan sate omponk menjadi satu dari 60 menu yang dihadirkan dalam Festival Kuliner dari Rabu sampai Minggu (1/4) ini. Total ada 30 stand. Tapi jumlah menunya sampai 60 jenis.

Festivalnya kali ini menghadirkan sajian menu kekinian yang disandingkan dengan menu tradisional.

Dengan begitu, ia ingin mengajak para pemanja lidah dari seantero Semarang, bahkan Jawa Tengah untuk menikmati ragam sajian menu yang kaya rasa.

“Selain sate omponk, ada pula burrito yakni kebab Meksiko, bolu goreng ubi khas Taiwan, tahu rebung, pangsit mayones sampai roti asap,” ungkapnya. (far)

You might also like

Comments are closed.