Noor A Handayani: Tak Menyangka Jadi Presenter Berita Berbahasa Jawa

Noor Andri Handayani
Noor Andri Handayani

LULUS dari SMK Jurusan Administrasi Perkantoran tak pernah terbayang bakal terjun di dunia jurnalistik. Itulah yang dijalani oleh Noor Andri Handayani. Gadis asal Klaten, yang tinggal di Ngesrep, Banyumanik, Kota Semarang ini menjadi presenter televisi lokal. Bahkan jadi presenter program berita berbahasa Jawa Kromo alus.

Awalnya, Andri, nama panggilannya, mendaftar bekerja sebagai tenaga administrasi di sebuah televisi lokal di Semarang. Hal itu setelah satu tahun lulus dari SMK Katolik Klaten tahun 2009. Dia sempat bekerja di hotel di Jakarta selama setahun. Dari sekadar coba-coba mendaftar, ternyata diterima.

Di perusahaan televisi lokal Andri berganti-ganti pekerjaan. Dari di bagian administrasi, digeser ke pengadaan barang, tata rias, hingga akhirnya menjadi presenter. Dara kelahiran 3 Februari 1991 ini, mengaku menjadi presenter adalah pengalaman paling berkesan. ‘’Sebab di luar dugaan,’’ katanya kemarin.

Saat itu perusahaannya akan membuat program tayangan baru. Yakni program berita berbahasa Jawa, yang pertama di Jawa Tengah. Nama programnya ‘Sugeng Enjang’ karena tayang pukul 07.30-08.00 WIB. Oleh pimpinan Andri diminta untuk menjadi presenternya. Dia disuruh untuk berlatih selama 2 minggu. ‘’Semula bingung, tapi karena perintah bos saya harus menjalankannya,’’ ujarnya.

Beruntung, putri sulung dari Temu dan Apriyani ini memiliki sedikit modal untuk berbahasa Jawa. Daerah kelahirannya di Klaten yang masih kental penggunaan bahasa Jawa, memudahkannya untuk belajar. Di rumahnya sejak kecil ia terbiasa berbicara bahasa Jawa Kromo alus kepada orang tua, sebagai penghormatan. Dan menggunskan bahasa Jawa ngoko untuk teman sebaya.

Namun, meski sudah belajar, Andri tetap kesulitan saat pertama kali membawakan berita berbahasa Jawa di televisi. Sempat ditegur atasan karena salah dan diminta belajar lagi agar semakin lancar. ‘’Saya gugup, karena memang susah mengucapkan huruf vokal A, I, U, E, O, karena kadang beda pengucapannya dengan bahasa Indonesia,’’ kata anak pertama dari 3 bersaudara ini.

Setelah terus belajar, di antaranya baca-baca lagi teks berita yang pernah ditayangkan, dan membaca buku berbahasa Jawa, akhirnya Andri kini lancar berbahasa Jawa. Bahkan, dia kini menjadi satu-satu presenter tetap di perusahaan. ‘’Kalau tidak seperti itu, susah banget, sekarang sudah lebih lancar,’’ tegasnya.

Ke depan, gadis yang mempunyai hobi wisata alam mendaki puncak gunung ini, ingin melanjutkan kuliah untuk mendukung karirnya. Tahun depan harapannya impiannya tersebut sudah bisa terwujud. (MS-13)

You might also like

Comments are closed.