Normalisasi Banjir Kanal Timur Diperkirakan Habiskan Rp 600 M

‎Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat sosialisasi normalisasi Banjir Kanal Timur di warung Sukardi, Kamis (7/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
‎Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat sosialisasi normalisasi Banjir Kanal Timur di warung Sukardi, Kamis (7/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

SEMARANG- Normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) membutuhkan anggaran Rp 600 miliar. Jumlah itu baru perkiraan dengan asumsi normalisasi seperti di Banjir Kanal Barat (BKB).

Untuk mengetahui jumlah anggaran sebenarnya harus menunggu hasil studi. Dua studi yang sedang dilakukan yakni analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan land acquisition and resettlement action plan (LARAP). Studi yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dan konsultan ini berlangsung 16 bulan hingga Agustus 2016.

Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Sumber Air BBWS Pemali Juana Bambang Astoto menjelaskan, perkiraan anggaran tersebut hampir dua kali lipat dari yang dibutuhkan untuk menormalisasi BKB. Penyebabnya, panjang sungai yang akan dinormalisasi juga dua kali lebih panjang. Normalisasi BKB sepanjang 9,3 Km menghabiskan Rp 300 miliar, sedangkan BKT sepanjang 15 Km.

“Studi juga akan menentukan desain, teknik, dan anggaran,” kata Bambang di sela-sela kunjungan Gubernur Jateng di BKT, Kamis (7/5).

Untuk proyeksi jangka panjang, kapasitas tampungan air BKT juga akan ditingkatkan dari di bawah 200 meter kubik/detik menjadi 600 meter kubik/detik. “Saat ini, menyentuh 200 meter kubik/detik saja, air sudah luber,” jelasnya.(byo)

You might also like

Comments are closed.