Normalisasi BKT, 30 Keluarga dari Tambakrejo Tempati Rusunawa Kudu

METROSEMARANG – Sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) warga Tambakrejo yang terdampak normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) mulai menghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kudu di Kelurahan Kudu Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Meski jauh dari tempat kerjanya, warga mulai membiasakan diri menghuni di tempat ini, terlebih di rusunawa menurut mereka juga nyaman.

Pembongkaran kios PKL di Sambiroto untuk proyek normalisasi Sungai BKT, Senin (9/4). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

‘’Meski jauh dari tempat kerja, tapi sudah 30 kepala keluarga yang sudah menempati rusun ini. Kami terkesan dengan kondisi ruangannya,’’ kata salah seorang warga terdampak normalisasi BKT yang pindah di rusunawa, Suparti, Jumat (27/4).

Menurut Suparti, warga terkesan dengan kondisi ruangan karena termasuk sudah sangat bagus dan layak huni. Selain mempunyai ruangan 3 x 4 meter yang disediakan oleh pemerintah, katanya, setiap penghuni sudah disediakan tempat tidur serta meja kursi.

‘’Kami juga lebih nyaman tinggal di rusun karena saat di bantaran sungai BKT sering kebanjiran,’’ timpal warga lainnya terdampak normalisasi BKT, Suyatmin.

Hingga saat ini sejumlah warga lain yang tinggal di bantaran Sungai BKT masih memilih bertahan dan belum mau pindah ke rumah susun sederhana sewa. Padahal pekerjaan normalisasi telah dimulai dan akan dilakukan percepatan dari target awal selesai di tahun 2019, dimajukan selesai di tahun 2018 ini. (duh)

You might also like

Comments are closed.