Nostalgia Java Jive di Kota Lumpia

Band asal Bandung, Java Jive, tampil di Konser Satu Hati yang digelar di Krakatau Ballroom Hotel Horison Semarang, akhir pekan lalu. (Metro Semarang/MS-15)
Band asal Bandung, Java Jive, tampil di Konser Satu Hati yang digelar di Krakatau Ballroom Hotel Horison Semarang, akhir pekan lalu. (Metro Semarang/MS-15)

SEMARANG – Lebih dari 20 tahun lamanya Java Jive hadir dan meramaikan dunia musik tanah air, sepanjang itu pula para penggemarnya tetap setia menanti karya-karya dari band beraliran pop jazz asal Kota Bandung ini.

Saat menyambangi Kota Semarang akhir pekan lalu dalam Konser Satu Hati dan berbagi panggung dengan band legendaris KLa Project, Java Jive tampil bernostalgia dengan membawakan seluruh tembang-tembang hits mereka yang menjadi masterpiece generasi 90-an.

Kedua vokalis Fatur dan Danny Sprit tak henti-hentinya disepanjang durasi pentas mengenang perjalanan mereka dihadapan para penggemarnya. Bahkan Danny sempat teringat manakala pentas pertama kali di Semarang beberapa waktu silam.

“Gila udah lama banget nggak pernah main ke Semarang, dulu seingat saya pas mentas pertama kali disini itu di PRPP tahun sembilan puluh berapa gitu. Yang nonton banyak banget anak-anak muda dan remajanya, mungkin kalo yang sekarang udah pada jadi ibu-ibu dan bapak-bapak,” kata Danny mengenang.

Tak bisa dipungkiri, band asal Kota Kembang yang terbentuk 1993 ini termasuk salah satu dari sekian banyak band Indonesia yang mewarnai blantika musik tanah air. Lewat tembang-tembang cinta yang diciptakan, seolah menjadi anthem para kawula muda di zamannya hingga kini menjadi lagu-lagu penuh nostalgia.

Dalam konsernya di Semarang kemarin, tak sedikit penonton yang rata-rata dari generasi 90-an ke atas ber-“nostalgia” dengan lagu-lagu Java Jive. Tak hanya dari Kota Semarang saja, penggemar dari luar kota pun datang dan melihat konser penuh kenangan tersebut.

“Lagu-lagu mereka jadi pengantar perjalanan hidup saya mulai dari SMP hingga kini berkeluarga dan punya anak dua. Ya banyak kenangannya disetiap lagunya, bahkan ada beberapa yang jadi kenangan khusus saat saya masih pacaran,” ungkap Nina, salah satu penggemar Java Jive yang datang dari Jakarta bersama pasangannya.

Capung (gitaris), Noey (bassist), Tony (keyboardist), Edwin (drummer), Fatur dan Danny (vokalis) membawakan tembang-tembang seperti Gerangan Cinta, Kau Yang Terindah, Hilang, Teman Sehati, Gadis Malam, Permataku, Menikahlah Denganku, Selalu Untuk Selamanya, hingga Jujur-nya Bram Moersas disajikan maksimal dengan kenangan-kenangan nostalgia penuh romansa. (MS-15)

You might also like

Comments are closed.