Nyabu di Penjara, Remisi 10 Napi Kedungpane Dicabut

METROSEMARANG.COM – Pengelola Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane Semarang tengah mempertimbangkan untuk menganulir pemberian masa potongan tahanan (remisi) bagi 10 narapidana. Pasalnya, berdasarkan hasil tes urine yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN), mereka terbukti positif mengonsumsi narkoba.

“Itu sanksi internal buat mereka karena terlibat pemakaian obat-obatan terlarang di dalam penjara,” tegas Kepala Lapas Kedungpane Dedi Handoko, Senin (7/3).

Ilustrasi razia lapas Foto: dok metrojateng.com
Ilustrasi razia lapas
Foto: dok metrojateng.com

Meski begitu, ia tak menjelaskan secara gamblang motif yang dilakukan kesepuluh narapidana itu saat nyabu di penjara. Ia hanya bilang para narapidana saat digeledah juga membawa telepon genggam, salah satu barang terlarang di lingkungan lapas.

“Untuk narapidana yang kedapatan membawa handphone dan nyabu di sel bakal disanksi tegas berupa pencabutan remisi,” sambungnya.

Selain itu, kata Dedi, bagi yang sudah mengurus pembebasan bersyarat (PB), maka akan dibatalkan. “Pengajuan PB juga akan dicabut,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun selain menggelar tes urine, petugas juga merazia narapidana yang mendekam di Blok A dan F Lapas Kedungpane. Mereka mengerahkan tiga ekor anjing pelacak milik Custom Narcotics Team (CNT) Bea Cukai untuk menelisik barang-barang mencurigakan milik para narapidana.

Direktur Resnarkoba Polda Jawa Tengah Kombes Pol Eko Widodo menyebut adanya temuan itu akan ditindaklanjuti oleh pihaknya. Soal dugaan jaringan peredaran narkoba kelas kakap yang telah menembus lapas, ia tak menampik hal itu masih terjadi.

“Buktinya, kami pekan lalu sita 2 ons sabu. Kemudian Minggu kemarin sore, pukul 15.00 WIB juga ada narapidana kedapatan menyimpan 75 gram (sabu). Tapi lokasinya di Solo,” ujar Eko. (far)

You might also like

Comments are closed.