Nyadran Waduk Jatibarang, Melestarikan Tradisi Sekaligus Promosi Wisata Semarang

METROSEMARANG.COM – Ratusan warga Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang memeriahkan acara Nyadran Waduk Jatibarang, Kamis (11/5). Digelar di Kawasan Waduk Jatibarang, nyadaran diawali dengan doa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan melarung hasil bumi ke waduk dan diakhiri dengan makan bersama.

Nyadran Waduk Jatibarang, Kamis (11/5). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Pelarungan hasil bumi ke waduk Jatibarang sebagai bentuk terimakasih warga setempat pada sumber air yang menjadi mata pencaharian mereka. Sebanyak 9 bungkus nasi putih, ingkung atau ayam yang sudah dimasak beserta isinya, dan jajanan pasar dilarung dan diiringi oleh warga setempat dengan menumpang puluhan perahu.

“Untuk jajanan pasar minimal 7 rupa, jadi ada kata istilah meramaikan pasar, nah ini sama bertujuan untuk meramaikan wisata,” ujar Majuri, Kepala Paguyuban Kelompok Darma Wisata (Pokdarwis) Suka Makmur.

Tak hanya itu, gunungan nasi berbentuk kerucut juga dilarung ke tengah Waduk Jatibarang. Gunungan tersebut melambangkan bahwa di bumi ini ada jurang dan gunung, yang dilambangkan dengan tatanan nasi yang menggunung.

Selain untuk meningkatkan potensi wisata Waduk Jatibarang, nyadran ini juga sekaligus menyambut datangnya Bulan Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi.

“Kita juga sekalian promosi untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan menaikkan perekonomian warga yang ada disini, ya itulah juga salah satu alasan kami melakukan ritual nyadran,” tambah Widodo, selaku Sekretaris Pokdarwis Suka Makmur.

Tak hanya warga setempat, acara ini juga mengundang banyak perhatian para pengunjung dari berbagai kalangan. Mereka tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang digelar oleh Pokdarwis Suka Makmur ini. Selain itu, saat digelarnya acara bertepatan dengan libur nasional Hari Raya Waisak ke 2561 BE, yang dimanfaatkan para pengunjung untuk mengikuti prosesi Nyadran Waduk Jatibarang.

Salah satunya adalah Nur Indah (37), warga Sampangan yang datang ke Waduk Jatibarang bersama keluarganya untuk menikmati penyelenggaraan acara ini sebagai wujud nguri-uri budaya.

“Kita penting untuk tahu melestarikan kota mengikuti dimana kita berdiri situ adat kita junjung. Kalau nyadran biasa kan untuk masing-masing keluarga, ini kan juga sekaligus untuk mempromosikan wisata yang ada di Semarang,” ujar Indah.

Acara Nyadran ini ditutup dengan makan bersama baik warga maupun pengunjung. Berbagai makanan mulai dari jajanan kering hingga nasi dan berbagai lauk telah disiapkan warga setempat untuk dihidangkan kepada para pengunjung. (fen)

You might also like

Comments are closed.