“Nyamar” Jadi Driver Ojol Hendi Didoakan Kembali Pimpin Semarang

Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyamar menjadi driver ojol

SEMARANG – Berbagai cara dilakukan Calon Wali Kota Semarang Hendarar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Salah satunya adalah dengan menyamar menjadi driver ojol.

Video penyamaran Hendi menjadi driver ojol yang diunggah melalui akun instagram @hendrarprihadi itu pun viral dan telah ditonton ratusan ribu pengguna media sosial di berbagai platform.

Baca juga : Ada Aturan Pembatasan Kampanye, Tim Hendi-Ita Inisiasi Kampanye Kreatif

Menggunakan jaket hijau khas ojek online, dirinya tampak tidak canggung masuk ke komunitas driver ojol, hingga berkomunikasi dengan masyarakat yang menggunakan layanan ojol tersebut.

Dalam video berjudul ‘Sehari Menjadi Driver Ojol’ yang banyak dibagikan oleh pengguna media sosial dan Hendi sendiri tersebut, terlihat juga penyamarannya tidak berhasil 100%.

Baca juga : REI Jateng Garap Perumahan Kejaksaan

Tampak, meskipun wajahnya tertutup masker dan menggunakan helm, sejumlah orang masih mengenalinya sebagai orang nomor satu di Kota Semarang.

Seperti yang ada dalam video, dirinya dikenali saat membeli makanan untuk layanan pesan antar. “Pak Hendi ya ? Aku tau, Pak Hendi ya,” sebut penjual makanan tersebut. “Loh ? Aku ? Bukan !” jawab Hendi mengelak.

Ketika dikonfirmasi, ojol sendiri dipilih Hendi sebagai objek penyamaran karena dianggap sebagai profesi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat berbagai lapisan.

“Sedulur – sedulur driver ojol ini bersentuhan langsung dengan masyarakat dari berbagai lapisan. Termasuk saya sendiri, kalau malam butuh apa pakai ojol. Sehingga di sisi lain juga bisa mengukur kondisi ekonomi Kota Semarang,” ujar Hendi, Kamis (22/10).

Baca juga : Terminal Gunungpati Masuk Nominasi Terminal Sehat Tingkat Nasional

“Misal, dari order makanan, yang paling ramai dipesan ada pada segment mana. Lalu kalau penumpang, orderannya seberapa banyak. Apa yang saya lihat langsung ini bisa jadi tolok ukur penting,” tambahnya.

Di samping ingin mengetahui keluhan warga soal ekonomi, dengan cara yang dilakukannya, Hendi juga menyebutkan dapat lebih memahami aspirasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah selama ini.

“Ini pertama kali saya lakukan, dan ternyata social experiment seperti ini juga efektif. Saya bisa dapat langsung mengetahui pandangan masyarakat, tanpa ada yang ditutupi,” pungkas Hendi.

“Selain itu khusus kemarin, saya juga bisa sekaligus mengukur sebarapa paham masyarakat tentang adanya Pilwalkot pada tanggal 9 Desember 2020, yang kemudian harapannya KPU dapat lebih masif melakukan sosialisasi”, ceritanya.

You might also like

Comments are closed.