Nyaris Bangkrut, Tujuh Pabrik Surimi Diminta Ganti Bahan Baku

METROSEMARANG.COM – Sebanyak tujuh pabrik pasta ikan (surimi) di jalur Pantura Jateng diminta diversifikasi bahan baku untuk mensiasati minimnya hasil tangkap ikan akibat pelarangan cantrang sejak tahun lalu.

Sampel pasta ikan yang telah dibekukan ditunjukan petugas BKIPM dan siap dilempar ke pasar luar negeri. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ketujuh pabrik surimi selama ini mengandalkan para nelayan cantrang saat mencari pasokan bahan baku di lautan lepas. Pemilik pabrik surimi kini hampir bangkrut dan hanya bisa mengandalkan stok sisa bahan baku.

“Ketimbang mereka tidak membuka usaha lagi maka kenapa tidak dilakukan perluasan ruang lingkup produksi. Sebab, kita tahu kualitas surimi terbaik di dunia berasal dari Indonesia. Kualitasnya jauh diatas Vietnam Kamboja maupun Thailand,” ungkap Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jawa Tengah, Gatot R Perdana, di kantornya kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Minggu (21/1).

Ketujuh pabrik surimi yang dimaksud antara lain, PT Bluesea Industry di Pekalongan, PT Bintang Karya Laut di Rembang, PT Holimina Jaya di Rembang, PT Indoseafood di Rembang, PT Namkyung di Rembang, PT Sinar Bahari Agung di Kendal dan PT Sinar Mutiara Abadi di Rembang.

Karena itulah, pihaknya belum lama ini mengundang tujuh pabrik surimi untuk menggali diversifikasi bahan baku. Beberapa alternatif bahan baku ditawarkan mulai rajungan, ikan tenggiri, cumi dan udang.

“Mereka rupanya tertarik beralih ke bahan baku tersebut untuk memacu kinerja ekspornya,” terangnya.

Pabrik surimi tersebut sejak lama menjalin kerjasama ekspor dengan pihak BKIPM Jawa Tengah. Gatot mengaku tetap mendukung peningkatan ekspor dengan proses diversifikasi bahan baku.

“Dari total 48 pabrik pengolahan ikan, tujuh di antaranya memproduksi pasta ikan untuk diekspor ke negara-negara Asia Pasifik macam Tiongkok, Thailand dan Taiwan,” bebernya.

Aktivitas ekspor surimi sendiri saat ini menduduki peringkat keempat dari total ekspor produk perikanan dari Jawa Tengah.

Dari data komoditas ekspor pada 2017, ekspor surimi mencapai 2.708 ton atau setara Rp 221 miliar. Sedangkan penyumbang ekspor produk perikanan di Jateng lainnya yaitu rajungan mencapai 3.228 ton atau setara Rp 1,2 triliun dan udang mencapai 3.320 ton atau setara Rp 515 miliar. (far)

You might also like

Comments are closed.