Nyasar di Gang Buntu, Dua Begal Ingusan Dijotosi Rame-rame

Kompol Sapari menunjukkan barang bukti parang yang digunakan dua begal remaja di Mijen. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Kompol Sapari menunjukkan barang bukti parang yang digunakan dua begal remaja di Mijen. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

METROSEMARANG.COM – Nasib sial menimpa dua orang begal saat beraksi di Jalan Raya Sidodadi tepat di samping kantor Direktorat Sabhara Polda Jateng, Kecamatan Mijen, Semarang. Lantaran terjebak di jalan buntu, dua pelaku yang masih remaja itu menjadi bulan-bulanan massa.

Pelaku berinisial YVS (17) dan DAZ (16) warga Bongsari Semarang Barat. Keduanya juga masih tercatat sebagai siswa kelas 10 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mereka beraksi pada Senin (28/12/15) dan merampas dompet milik sepasang kekasih.

“Waktu itu jam setengah 11 malam. Saya yang turun dan menghampiri korban. Saya ancam menggunakan parang lalu dompetnya saya ambil,” kata  YVS di Mapolsek Mijen, Selasa (5/1).

Setelah berhasil merampas dompet milik korban bernama Adisty (21) warga Cangkiran Mijen, pelaku pun bergegas melarikan diri ke arah selatan menggunakan sepeda motor Honda Mega Pro H 4808 GY. Namun sayang, korban dan kekasihnya tiba-tiba berteriak dan meminta pertolongan. Sejumlah warga yang mengetahui hal tersebut langsung berusaha mengejar pelaku. Pelaku yang panik pun justru berbelok ke arah kebun dan terperosok kedalam parit.

Keduanya akhirnya tertangkap dan menjadi bulan-bulanan warga. “Sampai di pertigaan kami belok ke kanan. Ternyata buntu. Saya bukan orang sini makanya tidak tahu jalan,” imbuh YVS.

Sementara, Kapolsek Mijen, Kompol Sapari mengatakan, saat kejadian tak jauh dari lokasi sejumlah anggota sedang melakukan patroli malam. Setelah mengetahui informasi tersebut petugas langsung bergegas mengamankan kedua pelaku.

Barang bukti berupa sebilah parang modifikasi dan  celurit, satu buah dompet hasil kejahatan serta motor yang digunakan sebagai sarana pelaku pun ikut diamankan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku harus meringkuk di sel tahanan Mapolsek Mijen guna menunggu proses hukum lebih lanjut.

“Beruntung pelaku dengan cepat kami amankan sehingga nyawanya tertolong. Meski keduanya masih di bawah umur, tetap kami proses sesuai prosedur,” tandas Sapari. (yas)

You might also like

Comments are closed.