Nyolong Kayu Perhutani, Kancil Diciduk Polisi

Tiga blandong kayu ini mencuri kayu jati Perhutani yang sudah berusia puluhan tahun. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Tiga blandong kayu ini mencuri kayu jati Perhutani yang sudah berusia puluhan tahun. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Tiga pencuri kayu jati milik Perhutani diringkus Tim Reskrim Polsek Ngaliyan. Komplotan yang diotaki Ngateman alias Man Kancil (50) warga Pegandon, Kendal ini beraksi sejak setahun terakhir dan berhasil meraup keuntungan hingga puluhan juta dari kayu-kayu curiannya.

Selain Kancil, ditangkap pula dua pelaku yang ikut membantu kancil. Yakni Juminto alias Kastur warga Kec Singorojo Kendal bertugas pemotong pohon, dan Moh Indarto alias Togok, warga Kec Mijen Semarang bertugas sebagi sopir.

Menurut pengakuan Kancil, kayu-kayu curian itu dia gunakan untuk membangun rumah. “Saya bikin dua rumah, lalu saya jual masing-masing Rp 25 juta,” tutur Kancil di Mapolsek Ngaliyan, Jumat (10/4).

Sementara itu, Kapolsek Ngaliyan, Kompol Bero Suprihatin mengatakan, pengungkapan kasus ini berasal dari laporan Kepala RPH Teguh Supriyanto, yang mengatakan bahwa telah terjadi penebangan liar di petak 51 RPH Kedungpane Ngaliyan Kota Semarang, pada Minggu (15/2) pukul 23.30.

Selanjutnya, polisi berhasil menangkap Togok. “Dari pengakuan Togok inilah kami berhasil menangkap dua tersangka lainnya,” bebernya.

Dari hasil pengembangan, polisi menemukan barang bukti berupa 14 batang kayu jati berbagai ukuran dan panjang 4 meter, 1 mobil L300 nopol H-1152-AM, 2 buah gergaji geranggang dengan panjang 120 cm, dan 1 mobil Opel Blazer bernopol B-1154-FE. (yas)

You might also like

Comments are closed.