OJK Pastikan Kegiatan Swissindo Ilegal

METROSEMARANG.COM – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jawa Tengah mengendus aksi penipuan berkedok pelunasan kredit yang dilakukan relawan Swissindo World Trust International Orbit di wilayahnya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng juga memastikan kegiatan Swissindo ilegal.

Ditreskrimsus Polda Jateng memberi keterangan terkait dugaan penipuan Swissindo. Foto: metrosemarang.com

Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar menyatakan terdapat temuan kasus penipuan tersebut yang muncul di Kabupaten Pati dan Purwokerto.

“Kami memonitor bahwa ada temuan adanya pemberian surat kuasa Swissindo tersebut masuk Pati dan Purwokerto. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melapor ke pihak berwajib jika ada relawan yang menawarkan surat kuasa atas nama Swissindo,” kata Lukas saat menyambangi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng, di Jalan Kyai Saleh Semarang, Rabu (16/8).

Ia menyatakan surat kuasa diterbitkan oleh Swissindo dengan iming-iming jadi alat pelunasan kredit di Bank Mandiri. Wujudnya, berupa lembaran surat kuasa yang dapat didownload di website Swissindo maupun dijual dalam bentuk voucher.

“Relawan Swissindo menjanjikan pencairan dana kredit sampai USD 1.200 memakai surat kuasa itu. Tapi banyak yang kena tipu. Rata-rata surat kuasa tersebut palsu,” ungkapnya.

Ia menyebut Bupati Pati Hariyanto jadi salah satu korban penipuan tersebut. Karenanya, ia telah memerintahkan petugasnya untuk menyelidiki sejauh mana kerugian yang ditimbulkan akibat aksi kejahatan tersebut.

“Sedang kami dalami termasuk yang menimpa Bupati Pati. Jika ditemukan akan diproses hukum sesuai Pasal 378 tentang Penipuan, diperkuat UU ITE jika mereka melakukan penipuan via media online. Ancaman hukumannya sampai empat tahun,” paparnya.

Sedangkan Kepala OJK Jateng Moch Ihsanuddin masih menyelidiki aksi tipu-tipu yang dilakukan Swissindo dengan menyebar surat kuasa palsu.

Menurutnya ada indikasi sejumlah perbankan lainnya yang jadi korban kasus penipuan tersebut. Yakni tujuh bank umum, 41 BPR, satu lembaga pembiayaan serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

“Mereka punya nasabah yang terkena janji-janji pelunasan hutang,” cetusnya. Ia menegaskan kegiatan Swissindo ilegal karena tidak mengantongi izin dari pihaknya.

Ia pun mengimbau kepada para debitur dan pelaku  jasa keuangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penawaran palsu tersebut.

“Para korban sebaiknya menempuh upaya hukum agar dapat mencegah kerugian yang lebih besar,” pungkasnya.

Makin Norhadi Regional CEO Bank Mandiri mengaku telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memperketat pengamanan di tiap kantornya. Pencegahan lainnya dengan memasang banner serta menyosialisasikan kepada seluruh pegawainya supaya berhati-hati terhadap penipuan yang dilakukan Swissindo.

“Kami tidak ada kerjasama dengan mereka (Swissindo),” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.