Oknum Pemkot Terlibat Perdagangan Satwa Ilegal, Hendi Tunggu Laporan Resmi

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku belum menerima laporan resmi terkait anak buahnya yang dikabarkan terlibat perdagangan satwa ilegal. Sampai saat ini, pihaknya belum bisa mengambil tindakan terhadap oknum yang bersangkutan.

“Saya belum dapat laporan resmi dari Inspektur. Tapi memang saya pernah mendapatkan info sekilas bahwa ada oknum Pemkot yang bekerja di Bonbin Mangkang ini terlibat jual beli (satwa),” kata dia kepada wartawan di Balai Kota Semarang, Rabu (16/3).

Hendi menemui perwakilan COP di Balai Kota Semarang, Rabu (16/3). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Hendi menemui perwakilan COP di Balai Kota Semarang, Rabu (16/3). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Untuk itu, lanjut Hendi, pihaknya belum tahu sejauh mana keterlibatan oknum pemkot tersebut. Apakah memang oknum tersebut merupakan pelaku aktif, atau yang bersangkutan dipakai namanya.

“Kita belum tahu, kita masih nunggu  kawan-kawan Inspektur untuk melakukan kroscek ke Bareskrim,” terang Hendi.

Sebagai informasi, pada 11 Februari 2016 tim tindak pidana tertentu (Tipiter) Bareskrim Mabes Polri menangkap padagang satwa di Yogyakarta dengan barang bukti 20 ekor satwa dilindungi antara lain elang, ular, merak, beruang, dan lutung jawa.

Dalam pengembangannya tim Bareskrim Mabes Polri juga menangkap oknum pegawai Bonbin Mangkang Semarang yang diduga melakukan pembelian satu ekor beruang madu. Pada Januari 2016 oknum pegawai tersebut juga sempat melakukan pembelian satwa burung julang emas dari pedagang yang sama.

Siang tadi, sejumlah orang yang tergabung dalam Centre for Orangutan Protection (COP) menemui Wali Kota Hendrar Prihadi dan mendesak agar dilakukan audit terhadap Bonbin Mangkang. Hal ini sebagai tindak lanjut dari penangkapan oknum pegawai di bonbin tersebut. (din)

You might also like

Comments are closed.