Oknum PNS Bekingi Pendirian Tower di Karanganyar

Demo warga Karanganyar RT 01 RW 1 menentang pendirian tower, Rabu (4/3). Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Demo warga Karanganyar RT 01 RW 1 menentang pendirian tower, Rabu (4/3). Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Pendirian Tower BTS di Karanganyar RT 01 RW I, Kecamatan Tugu dinilai penuh kejanggalan. Pasalnya, sosialisasi yang dilakukan oleh pemilik lahan hanyalah melalui door to door. Padahal idealnya masyarakat diajak bertemu dan membahas kepentingan umum secara bersama-sama pula.

Warga juga dijanjikan akan menerima kompensasi. Menurut mereka, pendekatan door to door ini lebih condong ke intervensi daripada musyawarah.

“Pemilik lahan bernama Dul Maryono yang merupakan PNS di Kelurahan Karanganyar tidak pernah mengajak masyarakat untuk duduk dan berdiskusi bersama,” ujar seorang warga yang mendapat kompensasi bernama Anas Solihin di halaman Balai Kota Semarang, Rabu (4/3).

Pada saat tandatangan awal pun, Anas dijanjikan akan menerima dana kompensasi sebesar Rp 3 juta. Namun sampai saat ini dia hanya menerima Rp 500 ribu dengan dalih tidak terkena radius.

Dia bercerita, proses pendirian Tower BTS di daerahnya tidak mudah. “Pengembang kesulitan mencari lahan. Bahkan mushola di daerah kami juga mau dipapras. Tentu kami sangat menolak. Akhirnya, lahan milik Dul Maryono dijadikan tempat,” paparnya.

Siang ini, puluhan warga yang merasa terancam dengan keberadaan tower BTS itu mendatangi DPRD Kota Semarang. Mereka berharap, anggota dewan bisa memberi solusi atas kasus yang sedang mereka hadapi. (ade)

You might also like

Comments are closed.