Oknum Satpol PP Cabul Diberhentikan Tidak Hormat

METROSEMARANG.COM – Oknum Satpol PP Kota Semarang yang melakukan perbuatan pelecehan seksual atau cabul akan diberhentikan dengan tidak hormat. Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Balai Kota Semarang, Selasa (14/3).

Anggota Satpol PP Kota Semarang saat mengikuti pelatihan beberapa waktu lalu. Oknum pelaku pelecehan seksual dipastikan diberhentikan dengan tidak hormat. Foto: metrosemarang.com/dok

”Rekomendasi dari Inspektorat sudah diproses untuk diturunkan ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Karena yang akan menyusun redaksional SK (Surat Keputusan) BKD dan yang menandatangani saya,” kata wakil wali kota yang disapa Mbak Ita.

Ada dua rekomendasi yang diberikan Inspektorat yang melakukan penyelidikan. Menurutnya, pertama merekomendasikan pemberhentian dengan tidak hormat oknum pegawai outsourcing Satpol PP yang berbuat cabul.

Kedua, agar Satpol PP mengkaji atau mereview kembali pendidikan dan pelatihan berupa kegiatan Jurit Malam kepada anggota baru. Diharapkan kegiatan diklat lebih yang berhubungan dengan tupoksi pekerjaan Satpol PP, khususnya Satpol PP perempuan.

”Satpol PP perempuan tidak perlu harus malem-malem ke gunung. Karena kan lebih ke pelayanan, sosialisasi, dan pencegahan penindakan perda (peraturan daerah). Tentunya mereka harus diberi pelatihan seperti dandan yang baik, penampilan yang baik,” ujarnya.

Jika menjadi Satpol PP pariwisata, maka anggota Satpol juga tentunya diberikan pelatihan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Sebab wisatawan tidak semuanya menggunakan bahasa Inggris, tapi juga ada yang dari Korea, Jepang dan negara-negara lainnya.

”Sehingga nantinya bisa dibedakan antara pelatihan untuk Satpol PP perempuan dan laki-laki,” kata Ita.

Ditegaskan, SK pemberhentian oknum Satpol PP yang berbuat cabul pasti akan ditandatangani dan dikeluarkan dalam minggu ini. ”Karena butuh proses administrasi,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.