Operasikan Koridor 5 dan 6, Pemkot Harus Kaji Ulang Rute Angkot

METROSEMARANG.COM – Dinas Perhubungan Kota Semarang diminta mengkaji ulang rute angkutan kota (angkot) yang terdampak peluncuran koridor 5 dan 6 BRT Trans Semarang. Kaji ulang untuk memastikan para sopir angkot tetap memperoleh penghasilan.

Peresmian BRT Koridor 6, Jumat (31/3). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

‘’Saya minta Kepala Dishub untuk lakukan kaji ulang rute angkot, kaji ulang ini (rute baru) harus jadi alternatif baru penghasilan mereka (sopir angkot),’’ kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, di Kantor DPRD, Senin (3/4).

Menurutnya, shelter untuk naik turun penumpang di koridor 5dan 6 masih sangat kurang. Namun itu dimaklumi karena masih baru dan pra kondisi. Terutama terkait belum selesainya urusan dengan angkot yang harus ada komunikasi secara baik.

Keberadaan BRT tidak boleh tiba-tiba mematikan jatah penghasilan para sopir angkot. Karena itu, Dishub harus melakukan kaji ulang rute angkot karena menurutnya, masih ada rute-rute yang selama ini belum terjangkau angkot.

‘’Contoh selama ini Undip-Ngesrep itu ada rute yang di mana angkot bisa jadi feeder atau angkutan penyambung di rute tesebut. Contoh lagi Jalan Durian itu juga belum ada angkot, kemudian Jalan Tirtoagung, Tosan,’’ terang Agung BM.

Rute tersebut bisa jadi alternatif angkot yang terdampak keberadaan BRT dengan menjadi sebagai feeder atau angkutan penyambung. Sehingga keberadaan atau eksistensi angkot terutama terkait penghasilannya tetap terselamatkan.

‘’Kuncinya selamatkan kegiatan angkot itu juga. Pemerintah harus lakukan evaluasi terhadap rute angkot yang ada. Kita dukung program BRT tapi juga harus perhatikan angkot-angkot yang ada karena mereka sudah berinvestasi, membeli kendaraan, dan mencari penghidupan bertahun-tahun dari sana,’’ tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.