Organda Jateng Tolak Peredaran Go-Jek di Semarang

Kehadiran Go-Jek di Semarang menuai protes Organda Jateng. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Kehadiran Go-Jek di Semarang menuai protes Organda Jateng. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Jawa Tengah menolak peredaran pengojek berbasis aplikasi (Go-Jek) di Semarang. Mereka beranggapan Go-Jek tak layak dijadikan moda transportasi massal lantaran tidak memenuhi aspek perizinan sesuai UU Nomor 9 Tahun 2009.

“Kami menolak Go-Jek karena mereka memakai sepeda motor dan itu bukan angkutan umum,” ungkap Ketua DPD Organda Jawa Tengah Karsidi Budi Anggoro, Selasa (17/11).

Karsidi mengatakan, sesuai peraturan tentang perhubungan darat dalam UU Nomor 9 Tahun 2009, pengojek aplikasi tak memenuhi izin pengoperasian sebagai angkutan umum. Ia pun meminta kepada Pemerintah Kota Semarang untuk mengembalikan fungsi angkutan umum sesuai amanat dalam undang-undang perhubungan darat.

Sementara itu, Pakar Transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno menilai Go-Jek muncul karena memanfaatkan situasi yang serba cepat di tengah masyarakat. Terlebih lagi, minat warga Semarang naik transportasi umum sebenarnya masih terbilang tinggi.

“Makanya, Go-Jek nanti bersaing berebut penumpang dengan angkutan transit seperti taksi dan kendaran argometer lainnya,” tukasnya.

Seperti diketahui, Go-Jek Indonesia resmi melebarkan sayap bisnisnya ke Semarang per 16 November 2015. Di waktu bersamaan, mereka juga membuka layanan di Yogyakarta, Medan, Palembang dan Balikpapan. (far)

You might also like

Comments are closed.