Pabrik Styrofoam Kaligawe Disambar Api, Puluhan Pekerjanya Kocar-kacir

METROSEMARANG.COM – Sejumlah karyawan pabrik styrofoam di Lingkungan Industri Kaligawe Timur Semarang, langsung tunggang-langgang begitu tahu kobaran api menyambar seluruh bangunan pabriknya, pada Kamis (20/4), pukul 10.30 WIB.

Kebakaran pabrik di Kaligawe, Kamis (20/4). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Subur Sutopo, warga sekitar melihat pengelas besi dan karyawan lainnya di pabrik itu seketika panik untuk menyelamatkan diri.

Percikan api pertama kali diketahui warga di dalam pabrik. Saat itu, ada seorang pengelas sedang menyambungkan rangkaian besi baja di atap pabrik. Tapi tanpa diduga bunga api jatuh ke bawah lantai yang terdapat bahan yang mudah terbakar.

“Api langsung membesar merembet kesejumlah gudang,” terangnya.

“Saya waktu itu lihat pekerja lain masih dalam gudang, terlihat kepulan asap. Tiba-tiba asap pekat mengepung gudang, semua langsung lari keluar pabrik,” sambungnya.

Walau tidak menimbulkan korban jiwa, tapi peristiwa itu membuat pemilik pabrik menanggung kerugian Rp 400 juta.

Tak lama kemudian, para pekerja bergegas meminta pertolongan warga dan mengontak Polsek Genuk dan Dinas Pemadam Kebakaran. Api yang kian membesar akhirnya membuat bangunan pabrik hangus terbakar.

Kasi Komunikasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Suhartoto mengaku menerjunkan empat mobil pemadam guna melokalisir kobaran api.

Petugasnya menyemprotkan air ke lokasi tengah, depan, dan atap pabrik yang sudah dilalap api.

“Hanya saja kecepatan api semakin besar karena barang yang mudah terbakar. Mungkin bisa cepat kalau sistem sedot semprot, kita juga banyak petugas yang melokalisir,” katanya.

Kapolsek Genuk Kompol Hendrawan Hasan masih menyelidiki pemicu kebakaran pabrik styrofoam di Kaligawe tersebut. Petugasnya bersama Tim Pusat Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri Cabang Semarang sudah terjun ke lokasi kejadian.

“Sementara kami masih memintai keterangan saksi terkait munculnya percikan api,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.