‘Padang Rani’ bakal Patroli bareng Polisi Berantas Begal di Semarang

IMG_20150502_232625
Kabid Pembinaan Industri Pariwisata Disbudpar Kota Semarang Giarsito Sapto Putratmo menerima potongan tumpeng dari anggota Padang Rani, Sabtu (2/5). Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Maraknya aksi begal di Kota Semarang belakangan ini anggota perkumpulan motor antik yang bergabung dalam Padang Rani (Paguyuban Pedagang Barang Seni) Semarang ikut prihatin. Mereka berjanji akan berkolaborasi dengan polisi untuk meminimalisasi kejahatan di jalanan.

Dalam perayaan ‘Semarang Vintage Reunian’, Sabtu (2/5) petang, Soediro (66) selaku anggota klub yang dituakan menyampaikan dalam sambutannya bahwa pihaknya akan ikut berpatroli dan terjun ke jalan setiap malam.

“Kita semua harus ikut andil dalam mencegah dan mengantisipasi terjadinya aksi begal di Semarang. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam hal ini, karena kalau hanya mengandalkan pihak kepolisian pasti tidak mencukupi,” paparnya.

Acara yang digelar di Jalan Garuda No. 23 A Kota Lama tersebut juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan Industri Pariwisata Kota Semarang Giarsito Sapto Putratmo yang mewakili Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Giarsito sependapat dengan apa yang disampaikan Soediro.

“Semua kinerja pemerintah tidak akan berhasil tanpa ada partisipasi dari masyarakat, begitu juga dalam pemberantasan begal,” ucapnya.

Dengan itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Semarang membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin memberikan informasi terkait kejahatan begal. Ia mengimbau kepada masyarakat ketika keluar malam untuk tidak memakai perhiasan yang mencolok, atau bahkan jangan keluar terlalu malam.

“Semoga di usia Kota Semarang yang bertambah menjadi 468 ini untuk kejahatan begal bisa diberantas, agar masyarakat tidak resah lagi,” tambahnya. (ans)

You might also like

Comments are closed.