Pakar Agraria Semarang Ikut Nyalon di Pilgub Jateng

METROSEMARANG.COM – Bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah semakin memanas. Setelah Bupati Kudus, Musthofa mendeklarasikan diri maju menjadi calon gubernur, kali ini giliran tokoh ormas Gerakan Nelayan Tani (Ganti), Widhi Handoko juga ikut bertarung di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Widhi Handoko bakal meramaikan bursa Pilgub Jateng 2018. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Widhi yang notabene dikenal sebagai Pakar Agraria Kota Semarang diusung menjadi Calon Wakil Gubernur Jateng oleh para kader Ganti.

“Pencalonan saya untuk mengukur visi misi partai yang lebih luas. Karena kontestasi Pilkada tak hanya dibutuhkan keberanian, tapi mental, ekonomi dan keilmuan,” saat mendeklarasikan diri di hadapan seluruh kadernya, Jumat siang (26/5).

Widhi mengatakan pencalonannya melalui Ganti merupakan hal wajar mengingat organisasinya selama ini jadi sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Bahkan, kata Widhi, Rokhim Dahuri yang jadi pengurus DPP PDIP merupakan ketua umum Ganti. “Tentunya melalui restu Pak Rokhim, saya akan mendaftarkan diri menjadi Calon Wakil Gubernur ke pengurus pusat. Senin pekan depan, saya akan mengambil formulir pendaftarannya di kantor DPD PDIP Jateng,” akunya.

Dengan kata lain, ia mengatakan telah mengantongi izin DPP walau keputusan akhirnya berada di tangan Megawati Soekarnoputri sebagai pucuk pimpinan partai berlambang banteng moncong putih itu.

Ia pun percaya diri menjadi Calon Wakil Gubernur untuk membuktikan diri  bahwa sayap partai juga mampu berkompetisi dalam ajang Pilkada. Hal ini menjadi langkahnya untuk membuktikan eksistenti Ganti di tengah masyarakat luas.

“Deklarasi saya tidak semata-mata untuk mendobrak kebiasaan. Tapi jadi bukti eksistensi sayap partai yang selama ini mengurusi para nelayan dan petani di Jawa Tengah,” bebernya.

Ia menyebut ada 62 persen masyarakat Jateng yang menjadi nelayan dan petani. Basis suara ini terbilang besar, menurutnya karena dukungannya lebih dari 50 persen.

Disinggung soal peta kekuatan Pilgub Jateng dimana dua nama tersohor ikut maju yakni, Ganjar Pranowo dan Musthofa, ia menyatakan semakin banyak kader partainya yang ikut berkompetisi menunjukkan banyaknya kader potensial yang layak jadi pemimpin daerah.

“Tegak lurus pada arahan ketua umum. Karena kader partai sebagai petugas partai, yang mengikuti arahan. Mau nanti dipasangkan dengan Pak Ganjar atau Musthofa terserah Ketua Umum,” katanya mantap.

Ia bilang nantinya fokus menyosialisasikan pencalonannya sekaligus memperjuangkan suara petani dan nelayan. (far)

You might also like

Comments are closed.