Pangdam IV Diponegoro Ingatkan Ancaman Ideologi Komunis Gaya Baru

METROSEMARANG.COM – Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto mengingatkan bahaya merebaknya ideologi partai komunis di tengah masyarakat belakangan ini. Sebab, walau pun komunis sebagai partai politik sudah dibubarkan sesuai TAP/MPRS Tahun 1966, namun ideologi komunis dengan gaya baru masih bisa berkembang pesat sampai sekarang.

Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Wuryanto saat berbicara di hadapan peserta silaturahmi FKPPI di markasnya, Rabu (14/3). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Hal tersebut ditegaskan Mayjen Wuryanto tatkala menjawab pertanyaan yang dilontarkan salah satu peserta yang hadir dalam acara silaturahmi anggota Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI), di markasnya, Pudakpayung Semarang, Rabu (14/3).

“PKI itu sendiri selama masih ada TAP/MPRS Tahun 1966, tidak mungkin ada lagi di Indonesia. Namun untuk ideologi yang berkembang dengan gaya baru, ini yang tak akan pernah hilang di Indonesia,” kata Wuryanto.

Ia mengaku bisa membuktikan ucapannya tersebut berdasarkan pengamatannya yang melihat mantan-mantan tahanan politik (tapol) PKI yang sudah berani membuat buku.

Tanpa mengungkap identitas mantan tapol tersebut, ia menuturkan bila yang bersangkutan juga sudah mulai terang-terangan membuat pembelaan atas nama Yayasan korban 65.

“Intinya mereka coba-coba memperjuangkan para korban peristiwa 65. Itu ada, nyata. Beberapa orang malah sudah beredar di sosmed. Terutama gambar partai komunis yang diambil dari Vietnam maupun Filipina,” tegasnya.

Ia menengarai para pelaku yang sengaja menyebarluaskan simbol-simbol PKI tidak hanya berasal dari Indonesia, melainkan juga dari luar negeri.

Untuk itulah, ia menekankan sebagai FKPPI, para peserta silaturahmi harus mampu menjadi pengawal Pancasila di tengah upaya sejumlah orang yang hendak menghapus TAP/MPRS 1966.

“Kita harus waspadai bersama ideologi itu tidak akan hilang,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.