Panik, Pembunuh Meta Kabur Tanpa Alas Kaki

METROSEMARANG.COM – Teriakan Meta masih terngiang di telinga Endang Sulistyowati (64). Warga Jalan Delima Blok B, Perumahan Permata Puri, Ngaliyan Semarang itu sempat berpapasan dengan pria yang diduga telah menghabisi nyawa tetangganya tersebut.

Garis polisi dipasang di lokasi kejadian yang merenggut nyawa Meta Novita Handayani di Perumahan Permata Puri Ngaliyan. Foto: metrosemarang.com/efendi

Endang atau yang biasa dipanggil Bu Puji oleh warga sekitar, mengaku melihat pelaku berboncengan dengan seorang wanita yang mirip dengan mantan pembantu Meta bernama Rina.

Rina sudah berhenti menjadi pembantu Meta sejak akhir 2017 lalu. Puji mengatakan, Rina diberhentikan lantaran teman laki-lakinya sering datang di rumah majikannya setiap sore.

“Kayaknya dia dipecat karena teman laki-lakinya sering datang kesini kalau sore. Soalnya temannya itu datengnya tiap hari,” ujar Puji.

Puji juga mengatakan, Rina bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Meta hanya sekitar satu bulan saja.

Sementara, beberapa saat sebelum diketahui Meta tewas dengan luka tusukan di perutnya, Puji mengaku sempat bertatap muka dengan pelaku. Ia bahkan sempat berbincang dengan pelaku di depan rumah korban.

Pria yang diduga pelaku pembunuhan Meta, sesaat sebelum meninggalkan lokasi kejadian. Lantaran panik, pelaku kabur tanpa sempat mengenakan alas kaki. Foto: metrosemarang.com/efendi

Sebelumnya, Puji juga mendatangi sebuah rumah kontrakan yang dihuni oleh empat orang mahasiswa. Saat itu ia mendengar teriakan di dalam rumah korban hingga memanggil empat penhuni kontrakan tersebut untuk membantunya.

“Tadi saya sudah ngetuk pintu rumahnya, ada suara tapi nggak ada yang mbuka. Makanya saya minta tolong mereka untuk membantu,” ujar Puji.

Setelah kembali datang ke rumah korban, mereka melihat seorang pria sedang mendekap anak korban. Saat itu bocah yang masih berusia 4 tahun tersebut terlihat ketakutan dan terus menangis. “Saya bilang sama mereka untuk menahan pria tersebut,” ujar Puji.

Namun mereka membiarkan pria tersebut pergi setelah berhasilkan meyakinkan bahwa ia orang yang dekat dengan keluarga. “Dia (pelaku) bilang kenal semua sama keluarga Bu Meta. Katanya juga pernah ngasuh anaknya maka kami tidak curiga,” ujar salah satu mahasiswa yang tinggal di sebelah rumah korban, Suprobo Ahmad Prabowo.

Pria tersebut pergi meninggalkan lokasi kejadian dengan menggunakan motor bebek warna biru. Pria dengan perawakan kurus dan tinggi sekitar 165 centimeter itu mengenakan kaus lengan panjang warna biru.

Meta Novita Handayani (38) ditemukan tak bernyawa di rumahnya, Perumahan Permata Puri Nomor B9 17, Kamis (1/3) sekitar pukul 08.30. Saat itu ibu muda tersebut dalam posisi telentang di dalam kamar dengan luka tusuk di bagian perut.

Dari informasi yang dihimpun, korban memiliki tiga orang anak. Namun salah satu anaknya disekolahkan di pesantren. Saat kejadian, dia hanya bersama anak bungsunya, Ronako (4). Sedangkan suaminya masih berada di luar kota.

Kini petugas Polsek Ngaliyan telah mengerahkan timnya untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Polisi juga mengamankan sepasang sandal yang diduga milik pelaku. Sedangkan Ronako sementara tinggal bersama pembantu baru korban bernama Tinung. (fen)

You might also like

Comments are closed.