Panorama Nusantara Terbakar, Jaringan Narkoba Terbongkar, dan Sri Ratu yang Gulung Tikar

Penutupan Sri Ratu Pemuda ini merupakan imbas dari kesulitan bisnis yang didera pemiliknya lima tahun terakhir.

KAPAL Panorama Nusantara terbakar di galangan PT Janata Marina Indah (JMI), kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Senin, 18 Februari 2019. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 saat jam istirahat pekerja. Api diduga berasal dari ruang penumpang sebelah kanan.

kebakaran kapal
Upaya pemadaman kapal Panorama Nusantara (foto: metrojateng/A Khoirul Asyar)

Api yang membakar kapal diduga berasal dari panas akibat replating atau penggantian plat kapal. Kapal milik PT Prima Vista tersebut diketahui memang sedang perbaikan plat pada dek kapal bagian atas. Posisi galangan yang berada di tepi laut dengan angin yang bertiup kencang mengakibatkan api cepat menjalar.

Petugas pemadam kebakaran dibantu kapal tunda milik Pelindo III, yakni KT Jayanegara 301 dan KT Jayanegara 304 dalam upaya pemadaman.

Narapidana Kendalikan Jaringan Narkoba

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi yang dilakukan oleh jaringan Jepara. Jaringan tersebut dikendalikan seorang narapidana Lapas Kedungpane Semarang. Barang bukti yang disita petugas antara lain beberapa paket sabu dengan berat total kurang lebih 250 gram dan ekstasi dengan jumlah 342 butir.

Barang bukti pembongkaran sindikat pengedar narkoba jaringan Jepara. (foto: metrojateng.com/A Khoirul Asyar)

Ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Ketiganya terdiri atas dua warga Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, yakni Jati Wibowo alias Klowor (33), dan Mohammad Subiantoro alias Ngacir (33), serta seorang narapidana Lapas Kedungpane Semarang bernama Muzaidin (42).

“Ini jaringan Jepara yang berkaitan dengan jaringan Jakarta. Rencana barang ini akan diedarkan di daerah Jepara dan Jawa Tengah,” kata Kepala BNNP Jateng, Brigjen Muhammad Nur, di kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro Blok BB Semarang, Senin 18 Februari 2019.

Pengungkapan kasus itu sekaligus membuka fakta masih ada penghuni lapas yang leluasa menggunakan handphone. Pihak Lapas tidak menampik adanya celah yang dimanfaatkan untuk memasukkan barang seperti handphone hingga narkotika.

Kalapas Kedungpane Semarang, Dadi Mulyadi, mengatakan memang ada celah yang sering dimanfaatkan oleh warga binaan dan pengunjung untuk memasukkan barang, baik handphone maupun narkotika. Bisa dengan cara dimasukkan ke dalam makanan hingga dilempar dari luar. “Kami akui memang ada kelengahan petugas. Seperti pada akhir tahun 2018 lalu kami juga menemukan adanya narkotika yang disembunyikan di dalam dubur,” katanya.

 

Sri Ratu Gulung Tikar

Sebuah plang besar berlogo mahkota masih terpasang di atap gedung Pasaraya Sri Ratu Jalan Pemuda, Semarang. Kabarnya akhir bulan ini toko legendaris tersebut bakal ditutup. Penutupan Sri Ratu Pemuda ini merupakan imbas dari kesulitan bisnis yang didera pemiliknya lima tahun terakhir.

sri ratu
Konsidi Pasaraya Sri Ratu menjelang tutup. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

Sri Ratu di kawasan Peterongan Semarang telah lebih dulu tutup. Menurut para mantan karyawannya, sejauh ini manajemen Sri Ratu rutin memberikan gaji sesuai upah minimum yang berlaku di Kota Semarang.

Bos Pasaraya Sri Ratu, Hendra Aribowo angkat bicara mengenai rencana penghentian operasional pusat perbelanjaan miliknya pada 28 Februari 2019. Hendra mengatakan pihaknya tak punya pilihan lain untuk menghentikan operasional bisnisnya lantaran terbelit kesulitan finansial.

Menurutnya pendapatan Sri Ratu dari tahun ke tahun terus merosot. Bahkan ia menduga penurunan omzet seiring adanya pengurangan selling space atau ruang penjualan di dalam pusat perbelanjaan tersebut. “Biaya akhirnya harus menyesuaikan,” kata Hendra, Kamis, 22 Februari 2019. Ia menyebut, tahun depan bisnisnya akan kembali dengan konsep yang beda. (*)

Comments are closed.