Panwaslu Belum Rekomendasikan Pelanggaran Kampanye ke KPU

Petugas Satpol PP Kota Semarang mencopoti alat peraga kampanye di salah satu ruas jalan. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Petugas Satpol PP Kota Semarang mencopoti alat peraga kampanye di salah satu ruas jalan. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Laporan tentang pelanggaran selama kampanye di Pilwakot 2015 sudah banyak masuk ke Panwaslu Kota Semarang. Namun hingga hari ini, Jumat (11/9) laporan kecurangan atau pelanggaran dari para bakal calon belum berbentuk rekomendasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang.

Diketahui bahwa Panwaslu merupakan badan yang mengawasi jalannya Pilkada. Temuan dan laporan akan diinventarisasi oleh Panwaslu kemudian dilaporkan ke KPU dalam bentuk rekomendasi. Kemudian berdasarkan rekomendasi tersebut, KPU bisa mengambil langkah selanjutnya.

“Sampai saat ini kami memang belum memberikan rekomendasi hasil kajian dari laporan-laporan yang masuk ke Panwaslu Kota Semarang. Ini masih dalam proses kajian. Nanti akan kami rilis ke media jika sudah berbentuk rekomendasi,” ujar Ketua Panwaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, Jumat (11/9).

Kajian yang dilakukan Panwas diakuinya harus melalui beberapa prosedur, seperti kajian tersebut dikategorikan pelanggaran atau tidak. Kemudian jika memang terpenuhi sebagai pelanggaran akan dikategorikan masuk pelanggaran administrasi, pidana ataukah sengketa.

Sampai saat ini, sudah puluhan laporan yang masuk ke Panwaslu mengenai pelanggaran dan kecurangan dalam Pilwakot. Setidaknya ada beberapa kasus yang besar, yakni dugaan money politik, alat peraga kampanye ilegal yang masih marak dan lain-lain. (ade)

You might also like

Comments are closed.