Papan Reklame di Median Jalan akan Ditertibkan

METROSEMARANG.COM – Keberadaan hutan reklame di Kota Semarang menjadi perhatian serius Dinas Penataan Ruang. Dalam waktu dekat reklame yang berada di ruang manfaat jalan akan dibersihkan.

Papan reklame yang berada di tepi jalan akan ditertibkan. Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Bidang Penataan dan Pemanfaatan Gedung Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, Beta Marhendianto mengatakan, saat ini pemkot telah melakukan revisi Perda Reklame bersama dewan perwakilan rakyat daerah. Revisi tersebut sesuai dengan amanah Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 20 Tahun 2010.

”Tahun ini ada revisi perda reklame yang ada. Amanah Permen PUPR Nomor 20 Tahun 2010 tentang tidak boleh daerah manfaat jalan untuk reklame,” katanya, Kamis (23/2).

Dalam Permen tersebut mengatur tentang reklame tidak boleh memanfaatkan jalan untuk umum. Tetapi reklame hanya diizinkan dibangun di persil atau lahan tanah milik warga atau perseorangan.

”Maka reklame-reklame yang ada di jalan tidak boleh lagi, bolehnya hanya di kapling atau persil warga. Yang boleh di fasilitas umum hanya reklame yang sifatnya non permanen,” katanya.

Sebelum melakukan penertiban reklame tersebut, pihaknya akan memberikan tenggat waktu kepada para penyedia jasa reklame tepi jalan umum yang izinnya belum habis. Reklame yang izinnya habis itu tidak akan diberikan perpanjangan izin baru di daerah manfaat untuk jalan.

”Menunggu Perda disahkan dan izin reklame habis baru reklame yang di daerah pemanfaatan jalan akan ditertibkan. Reklame di JPO (Jembatan Penyebarangan Orang) juga termasuk yang tidak boleh lagi dan akan ditertibkan,” katanya.

Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang Agus Riyanto menambahkan, saat ini keberadaan reklame tepi jalan umum sudah sangat menganggu estetika kota. Namun jumlah titik-titik reklame tersebut secara pasti belum diketahui.

”Karena reklame ini bidang baru yang kami tangani, dinas sebelumnya (Dinas PJPR yang sudah dihilangkan dengan adanya OPD baru) yang menangani belum menyerahkan datanya ke kami,” katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.