Para Kandidat Tidak Pede Bisa Menang Telak di Pilwakot Semarang

Deklarasi Hendi-Ita, Minggu (26/7). Hendi tak terlalu memusingkan peroleh suara, asalkan bisa menang di Pilwakot mendatang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Deklarasi Hendi-Ita, Minggu (26/7). Hendi tak terlalu memusingkan peroleh suara, asalkan bisa menang di Pilwakot mendatang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Para kandidat yang maju dalam Pilwakot Semarang tak berani memprediksi bakal memeroleh kemenangan telak. Mereka tak memusingkan jumlah suara, asalkan bisa menang dalam pertarungan 9 Desember mendatang.

Mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang kembali masuk dalam bursa pencalonan juga tidak terlalu yakin bisa unggul mutlak. Padahal, ketika melantik Pengurus Sahabat Hendrar Prihadi di Kecamatan Semarang Tengah beberapa waktu lalu, dia sangat yakin dan menargetkan akan meraup suara lebih dari 700.000 dari total pemilih dalam Pilwakot, yaitu sekitar 1,2 juta.

Namun melihat perkembangan yang ada, Hendi, sapaan akrabnya menurunkan targetnya. “Berapa persen pun suara yang didapat, yang penting menang. Kalau teman-teman tim pemenangan ingin suara minimal 75 persen, ya silakan. Bagi saya, menang adalah menang,” ujarnya usai menjalani tes kejiwaan, Kamis (30/7).

Hal ini juga dinyatakan calon Wali Kota lain, Sigit Ibnugroho Sarasprono yang diusung Golkar, Gerindra dan PAN. Sebagai orang baru dalam politik, Sigit tidak mematok target suara terlalu tinggi.

“Kalau saya dan teman-teman mungkin realistisnya adalah sampai 55 persen dengan asumsi bahwa Pilwakot akan diikuti tiga kandidat. Tetapi semua saya serahkan kepada masyarakat Semarang,” kata Sigit di Sibagus Centre, Kamis (30/7) malam. (ade)

You might also like

Comments are closed.