Pasar Darurat Johar Rp 21,5 M, Pemprov Bantu Rp 13,5 M

Pasar Johar ludes terbakar, Sabtu (9/5). Pasar darurat disiapkan dengan anggaran Rp 21 miliar. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Pasar Johar ludes terbakar, Sabtu (9/5). Pasar darurat disiapkan dengan anggaran Rp 21 miliar. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – ‎Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang menghitung ulang anggaran pembangunan pasar darurat untuk pedagang Pasar Johar. Anggaran yang semula Rp 27 miliar, diturunkan menjadi Rp 21,557 miliar.

Menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, anggaraan bisa dipangkas karena penyusutan luas lapak. Pemkot mengajukan luasan lapak 2 meter x 3 meter‎. Sedangkan mengacu pasar darurat Klewer Solo, luasan hanya 2 meter x 2 meter.

“Setelah dihitung ulang 2 kali 2 akhirnya disetujui yang Rp 21,557 miliar,” kata Ganjar dalam jumpa pers di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (13/5) pagi.

Pemprov Jateng juga menghitung ulang jumlah bantuan yang dikucurkan. Semula, mengacu bantuan ke Pasar Klewer, Pemprov akan memberi Rp 9 miliar.

Setelah mendapat angka kebutuhan baru, Pemprov menaikkan anggaran bantuannya menjadi Rp 13,557 miliar. “Sisanya nanti dana dari Pemkot Semarang,” kata Gubernur.

Soal kapan pembangunan pasar darurat di dekat Masjid Agung Jawa Tengah, Ganjar menyerahkan keputusan pada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.(byo)

You might also like

Comments are closed.