Pasar Imlek Semawis 2016 Digelar Mulai 5 Februari

Barongsai Trisuci ikut memeriahkan Pasar Imlek Semawis 2015. Tahun ini PIS bakal digelar pada 5-7 Februari 2016. Foto: metrosemarang.com/dok
Barongsai Trisuci ikut memeriahkan Pasar Imlek Semawis 2015. Tahun ini PIS bakal digelar pada 5-7 Februari 2016. Foto: metrosemarang.com/dok

METROSEMARANG.COM – Menyambut  datangnya Tahun Baru Imlek 2567, Komunitas Pecinan Semarang untuk Wisata (Kopi Semawis) akan menggelar Pasar Imlek Semawis (PIS) yang ke-13 pada 5 sampai 7 Februari 2016 mendatang. Menurut siklus penanggalan Tionghoa, Pasar Semawis kali ini merupakan awal siklus penanggalan, yang berputar setiap 12 tahun sekali.

Di tahun ini merupakan tahun monyet api, Panitia PIS yang diketuai oleh Haryanto Halim bertemu dengan Penjabat (Pj) Wali Kota guna meminta dukungan dalam penyelenggaraan event tahunan sekali yang mengangkat budaya pecinan itu.

“Biasanya pembukaan Pasar Imlek Semawis dilakukan di panggung terbuka menghadap penonton, namun tahun ini pembukaan dilakukan dengan makan bersama di meja panjang yang diikuti oleh tokoh masyarakat , pejabat pemerintah dan perwakilan warga pecinan yang berjumlah sekitar 200 orang,” kata dia Haryanto, Kamis (14/1).

Tema yang diusung tahun ini adalah ‘Gelar Tuk Panjang, Sedepa Jadi Sehasta’ yang maknanya adalah ‘Yang Jauh Didekatkan’. Dalam pembukaan ini undangan yang hadir akan duduk berhadap-hadapan di meja panjang di sepanjang Jalan Wotgandul Timur dengan hidangan makanan khas dari pecinan.

“Tuk Panjang sebenarnya merupakan tradisi lama yang sudah mengakar di masyarakat digali kembali, dengan nguri-nguri budaya seperti ini diharapkan keunikan kawasan pecinan yang mengedepankan kebersamaan, persaudaraan akan semakin kuat,” tambahnya.

Selama berlangsungnya Pasar Imlek Semawis, Jalan Wotgandul Timur yang biasanya ditutup total, untuk tahun ini dibuka separuh satu arah dari Jalan Beteng ke Sebandaran mulai pukul 00.00 hingga 15.00. Untuk selanjutnya, mulai pukul 15.00 hingga 24.00 ditutup total karena digunakan sebagai area Tuk Panjang.

Mendengar laporan Haryanto Halim tersebut, Pj Wali Kota mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi dan akan mendukung salah satu event budaya Kota Semarang ini. Namun Tavip meminta agar panitia memperhatikan hal-hal teknis, misalnya permasalahan kebersihan, dan perpakiran.

Pihaknya berharap agar nantinya penjual yang ada di Pasar Imlek Semawis bisa menjaga kebersihannya di tempat lapak masing-masing dengan cara menyediakan tempat sampah. “Apalagi ini sudah musim penghujan, banyak wabah penyakit jika tidak menjaga perilaku hidup sehat,” tandasnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.