Pasar Imlek Semawis Cermin Kerukunan Warga Semarang

400 Tamu dari Berbagai Kalangan

Jamuan ini menjadi simbol untuk reuni antarwarga Tionghoa maupun warga lain untuk dapat berinteraksi bersama dan menikmati makanan yang disajikan warga Tionghoa tanpa sekat.

PASAR Imlek Semawis 2019 menjadi cerminan kerukunan warga Semarang. Semua warga dari berbagai kalangan berkumpul bersama menyambut tahun baru Imlek bersama-sama di lokasi Pecinan Semarang.
imlek semarang
Jajaran Pengurus Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) menyambut tamu Tuk Panjang di Jalan Wotgandul Timur Semarang, Jumat (1/2/2019). Foto: metrojateng.com/Ade Lukmono
Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) Harjanto Halim menceritakan sejarah kehidupan warga Tionghoa dan warga Semarang yang sejak dahulu selalu rukun hingga sekarang. Warga Tionghoa yang berada di Semarang merasa bangga bisa bersama-sama membaur dengan lainnya dengan harmonis.
“Dulu saat terjadi kerusuhan antaretnis di berbagai wilayah di Indonesia, Semarang merupakan kota yang paling kondusif dan warganya menjaga kerukunan bersama-sama. Tentu saja kerukunan ini dibangun bukan dalam waktu sekejap, namun bertahun-tahun lamanya,” ungkapnya saat pembukaan Pasar Imlek Semawis 2019, Jumat, 1 Februari 2019.
Dia berharap kerukunan dan suasana kondusif ini bisa terjaga selamanya. Di Kota Semarang, warganya dinilai sudah bisa menerima perbedaan, baik itu agama, etnis dan lainnya. “Warga Semarang sudah paham bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan dari Tuhan,” imbuhnya.
pasar semawis
Jamuan Tuk Panjang dalam Pasar Imlek Semawis 2019 di Jalan Wotgandul Timur Semarang, Jumat (1/2/2019). Foto: metrojateng.com/Ade Lukmono
Dalam Pasar Imlek Semawis 2019, dilaksanakan pula Tuk Panjang, di mana warga Tionghoa menjamu 400 tamu dari berbagai kalangan untuk makan bersama di meja panjang di sepanjang Jalan Wotgandul Timur. Jamuan ini menjadi simbol untuk reuni antarwarga Tionghoa maupun warga lain untuk dapat berinteraksi bersama dan menikmati makanan yang disajikan warga Tionghoa tanpa sekat.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang menjadi tamu undangan dalam acara tersebut mengaku bangga kepada seluruh warganya yang senantiasa menjaga kerukunan dan suasana kondusif.
“Kota Semarang ini sedang berkembang. Hal itu tidak akan bisa terlaksana maksimal jika suasana kurang kondusif. Namun di sini saya lihat suasananya sangat kondusif dan saya minta agar selalu dijaga,” tuturnya. (*)
Artikel ini telah dipublikasikan oleh metrojateng.com
You might also like

Comments are closed.