Pasar Johar Sementara Tak Sesuai DED

Pasar Johar Sementara dinilai tidak sesuai DED. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Pasar Johar Sementara dinilai tidak sesuai DED. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

 

METROSEMARANG.COM – Komunitas Pendamping Pasar Johar Sementara menilai, pembangunan pasar yang terletak di samping utara Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tidak sesuai Detail Engineering Design (DED). Mereka meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang dari Komisi B meninjau ke lapangan agar bisa melihat fakta di lokasi.

“Beberapa waktu lalu kami melakukan peninjauan di lokasi pembangunan, namun fakta yang kami temukan sungguh sangat mengecewakan mengingat anggaran yang digunakan adalah sebesar Rp 30 miliar,” ujar anggota LSM Pattiro Kota Semarang, Widi Nugroho ketika mengadu ke Komisi B, DPRD Kota Semarang, Senin (23/11) siang.

Dijelaskan, banyak spesifikasi bangunan yang di bawah standar, seperti kualitas cor yang buruk. Dia memaparkan, karena kualitas yang buruk ini, bagian bangunan mudah pecah. Padahal nantinya Pasar Johar Sementara ini akan dipakai dalam waktu yang tidak singkat, yakni tiga sampai empat tahun.

Selain itu, jalan yang bergelombang di lokasi tersebut tidak dipadatkan terlebih dahulu oleh kontraktor. Widi khawatir jika ini dibiarkan maka akan mengganggu proses pembangunan selanjutnya, yaitu pemavingan. “Jika jalan yang tidak rata ini dipaksakan untuk dipaving, nanti akan segera rusak,” tambahnya.

Saluran yang ada di tengah pasar pun terkesan tidak dihiraukan. Tidak ada penutup saluran, padahal posisinya yang ada di tengah tersebut akan berpotensi membahayakan pengunjung pasar. “Bisa saja pengunjung pasar akan terperosok dan mengurangi kenyamanan yang ada di pasar,” pungkasnya.

Hingga pekan kedua November 2015, progress pembangunan Pasar Johar Sementara baru mencapai 20,1 persen. Padahal, Pemkot semula menargetkan bangunan tersebut bisa tuntas pada pekan kedua Desember tahun ini.

“Kami punya target minggu kedua Desember selesai. Kami rencanakan ada prosesi boyongan dan nanti pihak Humas akan menyampaikan informasi tersebut ke masyarakat. Ini kami lakukan agar Pasar Johar Sementara tetap ramai,” kata Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto, Selasa (13/10) silam. (ade)

You might also like

Comments are closed.