Pasar Sepi, Pedagang Johar di MAJT Terancam Gulung Tikar

METROSEMARANG.COM – Pedagang Pasar Johar di tempat relokasi sementara kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) kondisinya semakin memprihatinkan. Untuk pedagang eceran dari jumlahnya mencapai 800 orang yang mampu bertahan saat ini hanya 60 persen saja. Para pedagang mendesak Pemerintah Kota Semarang segera merealisasikan janji-janjinya untuk memenuhi tuntutan pedagang.

Perwakilan pedagang Pasar Johar di relokasi MAJT menemui Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso didampingi Anggota Komisi B Hermawan Sulis, Selasa (8/8). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Hal itu disampaikan perwakilan pedagang yang dipimpin Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Rayon Pasar Johar, Surahman, saat menemui Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso didampingi Angota Komisi B Hermawan Sulis di Kantor DPRD Kota Semarang, Selasa (8/8).

Surahman mengeluhkan bahwa usulan para pedagang tak kunjung direalisasikan oleh pemerintah kota. Seperti usulan pembangunan jalan tembus dari tempat relokasi ke Jalan Jolotundo, angkutan umum masuk semua ke tempat relokasi, dan usulan lainnya yang sudah disampaikan ke pemkot.

”Kami ke sini sekadar ingin menanyakan terkait usulan para pedagang yang sudah dijanjikan pemkot bakal dilaksanakan, tapi sampai sekarang tidak ada tindaklanjut,” katanya.

Ditambahkan, pedagang juga berharap agar secepatnya pembangunan Pasar Johar baru dimulai dan jangan sampai tertunda. Serta pembangunan tempat relokasi tahap dua di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah segera dilaksanakan.

Menurutnya, kondisi para pedagang eceran di tempat relokasi sudah sangat memprihatinkan. Dari jumlah 800 saat ini yang masih bertahan berjualan hanya 60 persen saja. Sedangkan untuk pedagang grosir tidak banyak masalah berarti. Karena itu berharap pembangunan tempat relokasi tahap dua segera dibangun agar pasar semakin ramai.

”Kalau ini dibiarkan terus tidak dibenahi, tidak ada solusi bagaimana bisa rame, dipastikan akan kehabisan modal sehingga gulung tikar,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso menerangkan pihaknya akan mendorong Pemkot Semarang segera mencari solusi terkait keluhan pedagang di tempat relokasi sementara Pasar Johar tersebut. Salah satunya agar menyediakan transportasi khusus yang menuju ke tempat relokasi.

”Kami harapkan Dinas Perdagangan dan Dinas Perhubungan bisa berkoordinasi untuk menjembatani keluhan pedagang ini,” katanya.

Diharapkan pemkot juga mencarikan solusi terkait persoalan pedagang eceran yang banyak tidak berjualan karena pasar sepi. ”Sambil menunggu Pasar Johar baru dibangun, kesejahteraan pedagang juga harus diperhatikan dan dicarikan solusinya,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.