Pasca-Bom Sarinah, 1.823 Pekerja Asing Justru Betah Tinggal di Jateng

Kepala Dinsosnakertransduk Jawa Tengah, Wika Bintang  Foto: metrosemarang.com/dok
Kepala Dinsosnakertransduk Jawa Tengah, Wika Bintang
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Sepekan usai bom bunuh diri mengguncang Sarinah di Jalan MH Thamrin Jakarta, aktivitas warga negara asing (WNA) yang ada di sejumlah daerah masih tetap normal. Di Semarang, sebanyak 1.823 pekerja asing justru tak terpengaruh dengan teror bom tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kependudukan (Dinsosnakertransduk) Jawa Tengah, Wika Bintang menyebut sejauh ini tak ada satupun pekerja asing yang angkat kaki pasca peristiwa bom bunuh diri di Sarinah. Jumlahnya, kata dia, masih sama yakni sebanyak 1.823 orang.

“Kayaknya belum ada informasi ada tenaga kerja asing yang balik ke negaranya gara-gara peristiwa bom bunuh diri di Jakarta kemarin ya,” kata Wika, saat dikonfirmasi, Selasa (19/1).

Menurut Wika, para pekerja asing yang bekerja di wilayahnya berasal dari berbagai negara mulai dari Cina, Perancis, Italia hingga Negeri Paman Sam Amerika Serikat.

Ia lantas menyampaikan sejak 1 Januari 2015-19 Januari 2016, ada 1.823 pekerja asing yang berasal dari 58 negara. Ia pun merinci, ada sebanyak 519 pekerja Cina yang menetap di Jawa Tengah.

Selain itu, berturut-turut ada pekerja dari Korea Selatan sebanyak 328 orang, India 128 orang, Jepang 126 orang, Taiwan 123 orang, Sri Lanka 65 orang, Filipina 62 orang, Amerika Serikat 61 orang, Malaysia 50 orang, Inggris 35 orang, Perancis 34 orang serta dari Negeri Kanguru Australia ada 30 orang. Sisanya 30 orang dari negara lainnya.

Ia berharap situasi yang kondusif di Jawa Tengah bisa berlangsung sampai bulan-bulan berikutnya agar tidak mengganggu proses penanaman modal yang dilakukan investor di 35 kabupaten/kota. “Sampai sekarang syukurlah tidak penolakan TKI yang bekerja di luar negeri. Semoga tidak ada,” ucap Wika. (far)

You might also like

Comments are closed.