Pasca Izinnya Dicabut, Luasan Tambang Pabrik Semen Menyusut

METROSEMARANG.COM – Areal pertambangan pabrik semen di kaki Pegunungan Kendeng, Kabupaten Rembang dipastikan menyusut seiring adanya sejumlah perubahan dokumen Amdal yang saat ini telah diproses oleh pemerintah kabupaten setempat. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Proyek PT Semen Indonesia Rembang, Heru Indra, pada Senin (20/2).

Pembangunan pabrik semen di Rembang sementara terhenti karena izin dicabut. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Awal pengajuan segitu. Akhirnya oleh Pemkab Rembang karena ada area tak boleh ditambang. Ada proses perizinan yang menyebabkan luasan ini berkurang. Ini pihak kehati-hatian dari Pemkab dan Provinsi Jateng,” terang Heru.

Ia menyatakan kini luasan area tambang perusahaannya hanya mencapai 293 hektare. Ini artinya ada pengurangan luasan wilayah proyek hampir separuhnya.

“Kita sudah merevisi izin Amdalnya dan sekarang dari semula luasan tambang sampai 525 hektare, tapi kini yang disetujui hanya 293 hektare saja,” ungkap Heru.

Ia bilang penyusutan luasan tambang pabrik semen akhirnya berdampak terhadap estimasi waktu eksplorasi pabrik semen di Kendeng. Menurutnya, pihaknya kini telah memastikan bahwa dengan 293 hektare akan bisa bertahan antara 20-30 tahun saja, dibanding semula 500 hektare butuh waktu 130 tahun.

Untuk kedalaman lahan tambangnya, pengelola pabrik semen juga memastikan tidak akan lebih dari 60 meter. “Cuma sedalam 100 meter,” kata Heru lagi.

“Memang tidak boleh tambang terlalu ke dalam. Tambang kami jauh di atas batas yang ditentukan,” paparnya.

Meski begitu, ia mengatakan pembangunan pabrik semen kini hampir rampung. Tapi belum bisa beroperasi lantaran izinnya dicabut oleh Gubernur Ganjar Pranowo pada 16 Januari 2017 lalu. (far)

You might also like

Comments are closed.