Pasca-OTT Dirjen Hubla, KPK Kumpulkan Pejabat Tanjung Emas

METROSEMARANG.COM – Pasca operasi tangkap tangan (OTT) Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pertemuan terbatas di Semarang.

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. KPK melakukan pertemuan terbatas di Semarang pasca-OTT Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Tonny diringkus KPK, Kamis (24/8) kemarin. Saat ditangkap, dia kedapatan membawa Rp 20 Miliar. Sementara KPK menyebut kerugian negara dalam kasus itu ditaksir mencapai puluhan miliar.

Para pejabat teras Pelindo III kawasan Pelabuhan Tanjung Emas pada hari ini, Jumat pagi (25/8), dikumpulkan di lantai IV Gedung Bea Cukai Semarang.

General Manager Pelindo III Tanjung Emas, Agus Hermawan merupakan salah satu pejabat yang diundang dalam pertemuan bersama lembaga antirasuah  di Bea Cukai.

Saat disinggung soal agenda pertemuannya untuk membahas kebijakan pasca OTT KPK, ia tak menampiknya. “Tetapi saya enggak tahu soal (kasus Dirjen Hubla) itu. Yang tahu pastinya Kepala KSOP,” ungkap Agus sembari tergopoh-gopoh naik lantai IV.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang dimaksud ialah Gajah Rooseno. Gajah selama ini mengampu wilayah Pelabuhan Tanjung Emas.

Saat disambangi di kantornya, petugas jaga KSOP membenarkan ihwal agenda Gajah Rooseno di Bea Cukai. “Ya memang rapat di sana beliau,” kata seorang penjaga kantor KSOP Semarang.

Saat ditelusuri, areal proyek pengerukan di Tanjung Emas yang disebut-sebut terkait kasus OTT Dirjen Hubla, tampak lengang. Lokasinya berada tepat di barat Gedung Sriboga.

Tak ada aktivitas mencolok di lokasi tersebut kecuali beberapa kendaraan yang diparkir serta kapal-kapal barang yang bersandar di situ. (far)

You might also like

Comments are closed.