Pasokan Gabah Seret, Harga Beras Melonjak hingga 25 Persen

METROSEMARANG.COM – Harga beras berbagai jenis di Kota Semarang mengalami kenaikan cukup signifikan menyusul minimnya pasokan gabah di tingkat petani.

Harga beras meroket karena pasokan gabah tersendat. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

metrosemarang.com memantau di sentra penjualan beras Pasar Dargo, Mataram, harga beras C4 sampai mentik wangi kini naik sampai 25 persen dari kondisi normal.

“Harga beras di sini sekarang berkisar antara Rp 11.000 sampai Rp 12.500. Semuanya sudah naik baik C4, rojolele, beras-beras premium sampai mentik wangi,” ungkap Rosiana, pemilik Toko Beras Unggul, di Jalan Dargo, Senin (15/1).

Ia menjelaskan lonjakan harga beras sudah terjadi sejak akhir November 2017 kemarin. Saat itu, kata Rosiana harganya melonjak secara perlahan dan mencapai puncaknya pada akhir Desember kemarin.

Saat ini, harga beras naik Rp 2.000-Rp 3.000 per kilogram. Sedangkan untuk beras kemasan 25 kilogram, harganya juga naik Rp 50 ribu.

“Kira-kira mulai akhir November terlihat ada kenaikan harga. Waktu itu masih pelan-pelan naiknya. Tetapi lonjakan harganya mencapai titik tertinggi pas Desember, luar biasa kalau ditotal bisa sampai Rp 10 ribu per sak,” ungkapnya.

Menurutnya lonjakan harga beras dipicu kelangkaan pasokan gabah sejak beberapa bulan terakhir. Pasokan beras yang ia dapatkan pun ikut berkurang.

“Toko-toko di sini jadi rebutan cari beras berkualitas bagus. Untungnya saya masih bisa menjual 4 ton beras tiap hari. Namun khusus Kamis dan Jumat penjualannya sekarang sepi sekali,” keluhnya.

Penjual beras lainnya di Pasar Dargo, Heriyawati mengaku omzetnya turun drastis sejak harga beras mengalami kenaikan. Jika dibanding kondisi normal, pendapatannya kini anjlok 30 persen per hari.

“Orang-orang masih mau beli beras tapi jumlahnya mulai dikurangi. Mau gimana lagi lha wong harganya juga mahal,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.