Pasokan Gas Rumah Tangga di Semarang Mendadak Terhenti

METROSEMARANG.COM – Pasokan gas bumi rumah tangga yang dibangun pemerintah melalui Kementerian ESDM di Mlatibaru, Kecamatan Semarang Timur mendadak berhenti. Berhentinya pasokan yang sudah berlangsung selama enam hari itu jelas mengganggu aktifitas masyarakat sehari-hari.

Ilustrasi. Pekerja sedang mengontrol panel-panel pipa di stockpile kawasan Industri Wijaya Kusuma. Foto: metrosemarang.com/dok
Ilustrasi. Pekerja sedang mengontrol panel-panel pipa di stockpile kawasan Industri Wijaya Kusuma. Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono mengatakan, pasokan gas berhenti karena penurunan tekanan gas. Sehingga PT Sumber Petrindo Perkasa sebagai pihak yang mengalirkan gas bumi tidak bisa memasok gas seperti biasanya.

“Ada masalah pada pressure (tekanan) yang turun. Tapi ada loss di bagian mana yang kami belum tahu,” kata Teguh, Rabu (8/6).

Berhentinya pasokan gas dikekuhkan warga setempat. Rusmiyati (42), warga Mlatibaru, mengatakan, aliran gas bumi ke rumahnya mati sejak Jumat (3/6) pekan lalu. Awalnya ia mengira aliran gas hanya mati beberapa saat saja. Namun hingga hampir sepekan tidak kunjung mengalir kembali.

Warga lainnya, Sugiman (36) lebih jengkel dengan matinya gas. Sebab ia baru memanfaatkan gas bumi tersebut pada 2 Juni lalu. “Mosok baru pakai sehari langsung mati,” katanya.

Terkait hal ini, Sales Area Head Semarang PGN Edy Sukamto menjelaskan, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memang ditunjuk pemerintah untuk mengoperasikan jaringan pipa gas rumah tangga di Semarang. Namun PGN, tidak bisa berbuat banyak, karena pasokan gas bumi dari PT Sumber Petrindo Perkasa terhenti.

“PGN sebagai operator telah memberi surat edaran dan mengomunikasikan hal ini kepada pihak terkait agar bisa segera diselesaikan. Kami juga tengah mencari solusi agar persoalan ini tidak terulang lagi di kemudian hari,” terang Edy.

Sementara itu, Asisten Daerah Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Semarang Ayu Enthis Nuwun menyatakan, penyelesaian masalah tersebut kewenangan dari Kementerian ESDM. Menurutnya, jaringan gas bumi rumah tangga ini ditangani langsung oleh pemerintah pusat. “Kami tidak bisa berbuat banyak karena kewenangan di pemerintah pusat,” tegasnya. (byo)

You might also like

Comments are closed.