Pasokan Melimpah, Harga Cabai Turun saat Awal Puasa

METROSEMARANG.COM – Memasuki awal Bulan Ramadan 1438 Hijriyah, harga cabai di tingkat grosir Kota Semarang mengalami penurunan. Pantauan di lapak Pasar Johar Baru belakang Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), harga cabai rata-rata turun 15 persen dibanding kondisi semula.

Harga cabai berangsur turun saat awal puasa. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Suyadi, seorang pedagang cabai mengatakan harga cabai merah besar saat ini berkisar pada angka Rp 17 ribu per kilogram. Kemudian untuk rawit hijau dijual seharga Rp 20 ribu per kilogram.

Untuk harga cabai hijau besar juga stabil  Rp 10 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp 15 ribu per kilogram serta rawit setan Rp 40 ribu per kilogram. “Semuanya turun sedikit sekitar Rp 3.000-Rp 4.000. Sebab sekarang sedang panen raya pasokannya melimpah,” kata Suyadi kepada metrosemarang.com, Minggu pagi (28/5).

Ia mengaku saban hari mendapat pasokan berlimpah dari sentra penghasil cabai di Temanggung hingga puluhan ton.

Walau begitu, ia tak berani berspekulasi untuk menyetok barang terlalu banyak. Ia beralasan cabai merupakan komoditas yang tak bisa diprediksi. Terkadang ia mendapati pasokannya berlimpah. Tetapi di lain hari, ketersediaan barangnya tiba-tiba berkurang drastis.

“Cabai itu enggak bisa diprediksi. Pasti naik turun terus. Kita mau beli murah takut kehabisan barangnya. Mau beli mahal takut ndak laku,” akunya.

“Tapi hari ini dagangan saya laku 200-300 kilogram. Lumayan hasilnya karena biasanya saat awal puasa sering sepi,” ungkap Suyadi.

Bila pedagang cabai sedang bungah. Lain halnya dengan pedagang bawang merah. Lailatul Munah misalnya. Pedagang bawang merah di blok Pasar Johar Baru itu mengeluhkan kenaikan harga sejak dua hari terakhir.

“Bawang merah naik. Tadinya Rp 23 ribu per kilogram. Sekarang jadi Rp 25 ribu per kilogram. Baru dua hari naiknya,” cetus Munah.

Ia mengatakan was-was saat mendapati harga bawang merah melejit naik. Pasalnya, alih-alih membeli, pelanggannya justru menunda pemesanan. “Saya dapat pasokannya dari Juwana dan Demak. Sekali dapat tiga empat karung,” ujarnya lagi.

Karni, pedagang grosir bawang putih juga mengalami kondisi serupa. Sejak tiga hari terakhir harganya melonjak Rp 2.000 jadi Rp 52 ribu per kilogram. “Padahal, tadinya cuma Rp 50 ribu,” kata Karni.

Ia menduga lonjakan harga bawang putih dipicu keterlambatan pengiriman barang dari daerah penghasil bawang di Jawa Tengah. “Telat ngirim barangnya paling. Lha wong saya sekarang dapatnya cuma 1 kuintal,” bebernya.

Namun ia sedikit lega saat tahu kualitasnya barangnya sangat bagus. Ia mengungkapkan gejolak harga sembako pasti terjadi saat awal Ramadan dan akan berangsur normal lagi saat mendekati Lebaran. “Turunnya pas dekat Lebaran,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.