Patah Hati, Mahasiswa di Gayamsari Nekat Gantung Diri

METROSEMARANG.COM – Warga Pandean Lamper, Gayamsari digemparkan dengan penemuan mayat di rumah Jalan Bintoro II nomor 44 RT 08 RW 07, Selasa (21/3) sore. Penghuni rumah, mahasiswa bernama Bayu Nugroho (19) tewas gantung diri dan meninggalkan surat wasiat yang diduga ditujukan kepada teman wanitanya.

Ilustrasi. Polisi melakukan identifikasi korban gantung diri. Foto: metrosemarang.com/dok

Jasad Bayu kali pertama ditemukan oleh Hana Widyanengtiyas (40), wanita yang biasa membersihkan rumah yang dihuni korban. Mahasiswa tersebut ditemukan terikat sabuk karate yang dikaitkan di lubang pintu kamarnya, sekitar pukul 16.30.

“Saya biasa bersih-bersih tiap Selasa dan Jumat saja. Kebetulan hari ini pas jadwal masuk,” kata Hana.

Dari penuturannya, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Saat ditemukan, kondisi Bayu sudah mulai membusuk. “Tubuhnya berwarna coklat dan sudah berbau,” ujarnya.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Ketua RT setempat dan diteruskan ke Mapolsek Gayamsari. Petugas yang melakukan olah tempat kejadian perkara, menemukan secarik kertas yang berada di meja tak jauh dari tempat Bayu gantung diri.

“Di kertas itu ada tulisan “Maafin aku Mi, aku akan sayang sama kamu walaupun aku mati, Love U Lian”. Di situ juga ada tanda tangan atas nama Bayu,” kata Kapolsek Gayamsari Kompol Dedy Mulyadi.

Dugaan sementara, Bayu nekat mengakiri hidupnya lantaran ada permasalahan asmara. “Dilihat dari kondisi jenazahnya, diperkirakan korban sudah tewas menggantung sekitar tiga hari lalu,” tutur Dedi.

Namun, untuk memastikannya, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis terhadap jasad Bayu. (MS-02)

You might also like

Comments are closed.