Pawai Ogoh-ogoh Simbol Pluralisme di Semarang

METROSEMARANG.COM – Pawai ogoh-ogoh yang digelar dari Titik Nol Kilometer menuju Balai Kota Semarang, Minggu (2/4) sore tadi bukan hanya rangkaian acara umat Hindu. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Semarang, Nengah Wirta Darmayana.

Pawai Ogoh-ogoh di Semarang, Minggu (2/4). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Sebenarnya tidak ada kaitan lengsung dengan Hari Raya Nyepi, namun ini sudah menjadi agenda pariwisata semarang event tahunan untuk menjalin kerukunan antar umat beragama,” ujar Nengah.

Selain itu ada dua tujuan lain dengan diselenggarakannya pawai lintas budaya lintas agama ini. Pertama untuk mewujudkan kesenian-kesenian baru di Semarang dengan menampilkan budaya dari berbagai daerah ini. Kemudian juga untuk meningkatkan potensi pariwisata di Kota Semarang.

Berbagai pertunjukan dari 38 kelompok arak-arakan memperlihatkan tingginya tingkat Kebhinnekaan di Kota Semarang. Ribuan orang mulai anak-anak hingga dewasa turut memeriahkan pawai lintas agama ini. Berakhir di Balai Kota Semarang, pawai ditutup dengan Tarian Arjuna Wiwaha dari Sanggar Saraswati. (fen)

You might also like

Comments are closed.