PazaarSeni 2015, Lebih dari Sekadar Pameran Lukisan

PazaarSeni 2015 akan menjadi
PazaarSeni 2015 akan menjadi pameran seni rupa berskala nasional. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

SEMARANG – PazaarSeni 2015 digelar 8-16 Agustus di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Dalam pameran seni rupa berskala Nasional ini tak hanya memajang karya, tapi juga pertunjukan, seni instalasi, workshop, dan masih banyak lagi.

Dewan Kesenian Semarang (Dekase) sebagai panitia menyediakan 62 stand untuk pasar seni rupa di pelataran dalam TBRS. Stand ini akan diisi oleh karya-karya dari seniman berbagai daerah di Indonesia baik lukisan, patung, dan benda seni lainnya.

Di pelataran parkir dalam juga berdiri 8 stand untuk pameran karya dan kegiatan komunitas seni Semarang dan empat titik instalasi art. Untuk merangsang keterlibatan masyarakat, disediakan pula 14 stand untuk pameran industri kreatif. Di sini akan menampilkan produk-produk kerajinan dari industri rumah tangga berbagai daerah.

Berbagai acara lain turut memeriahkan sembilan hari PazaarSeni 2015. Ada workshop penulisan jurnalisme seni yang bisa diikuti para blogger, mahasiswa, maupun jurnalis muda. Kemudian workshop senirupa bagi pembelajaran siswa dengan peserta guru-guru dan masyarakat umum. Yang menarik, digelar juga seminar tentang hak kekayaan intelektual yang bertempat di Gedung Wayang Orang Ki Narto Sabdo, TBRS.

Jelang Pemilihan Kepala Daerah Kota Semarang 2015 tak luput jadi perhatian. Panitia akan mengundang para calon wali kota dan wakil wali kota dalam sarasehan bertema “Menakar Visi para Calon Pemimpin dalam Membangun Kesenian di Kota Semarang”.

PazaarSeni 2015 semakin meriah dengan lomba dan eksibisi. Diantaranya eksibisi mural di dinding pembatas Wonderia & TBRS, lomba desain kaos semarangan, dan lomba menggambar anak-anak.

Tak ketinggalan, konser musik selama delapan malam berturut-turut, panggung teater dan performance art, dan pagelaran wayang orang Ngesti Pandawa. (byo)

You might also like

Comments are closed.