Pedagang Berharap Penataan Pasar Dargo Semarang

Pedagang batu akik di Pasar Dargo berharap pemerintah memberi perhatian terhadap lokasi berdagang mereka. Foto: metrosemarang.com/abdul arif
Pedagang batu akik di Pasar Dargo berharap pemerintah memberi perhatian terhadap lokasi berdagang mereka. Foto: metrosemarang.com/abdul arif

 

METROSEMARANG.COM – Penurunan omzet penjualan yang dialami oleh pedagang batu akik di Pasar Dargo cukup berdampak terhadap aktivitas di pasar itu. Sekretaris Paguyuban Pedagang Kartini Semarang, Sunar (45) mengatakan, sebelum bisnis akik lesu ada sekitar 180 pedagang yang aktif. Namun belakangan ini hanya bertahan 100 orang.

“Jelas kondisi ini tak hanya di Dargo saja. Di luar kota yang menghubungi  saya katanya juga lesu,” kata Sunar, Jumat (9/10).

Sunar dan pedagang batu akik lainnya belum menemukan ide untuk mengatasi persoalan itu. Secepatnya, dia akan melakukan musyawarah. “Kami hanya bisa berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar keadaan ini segera pulih,” katanya.

Sampai saat ini Sunar belum berkoordinasi dengan dinas terkait. Menurut dia, satu di antara faktor menurunnya minat pembeli batu akik di Pasar Dargo yaitu pasar belum ditata dengan baik.

“Kami mengharapkan penataan pasar ini. Harusnya yang diutamakan di sini. Jangan malah membuka pameran di mana-mana,” katanya.

Pedagang batu akik di Pasar Dargo sebagian merupakan PKL di Jalan Kartini. Mereka direlokasi setelah lokasi jualan sebelumnya dibangun menjadi taman. (arf)

You might also like

Comments are closed.