Pedagang Ikan Rejomulyo Ancam Pindah ke Demak

METROSEMARANG – Kalah di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) rupanya tidak membuat para pedagang Pasar Rejomulyo atau Pasar Kobong menyerah. Mereka tetap melakukan perlawanan dengan menolak dipindahkan ke Pasar Rejomulyo Baru. Bahkan telah memiliki niat untuk pindah berjualan di Pasar Ikan Sayung, Demak.

pasar kobong
Pasar Rejomulya lama yang akan segera dibongkar. (foto: metrosemarang.com/Masrukhin Abduh)

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bidang Advokasi Hukum Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Zaenal Abidin. Disebutkan pedagang masih memiliki upaya hukum yang bisa dilakukan untuk melawan Pemkot Semarang yaitu Kasasi.

Baca Juga: Pedagang Pasar Rejomulyo Bakal Ajukan Kasasi

Selain itu, diakui ada rencana para pedagang untuk memilih bergabung dengan pasar ikan di Sayung, Demak. Daripada harus dipindahkan ke Pasar Rejomulyo Baru yang dibangunkan Pemkot Semarang tidak jauh dari lokasi pasar yang lama, tetapi fasilitasnya dinilai tidak memadai.

‘’Memang ada rencana para pedagang untuk bergabung dengan Pasar Ikan di Sayung Demak.  Tapi saya kira itu perlu dipertimbangkan, apalagi Pasar Kobong ini memiliki nilai historis yang tinggi,” kata Zaenal, Senin (23/4).

Zaenal berharap, agar Pemkot Semarang tidak ngotot ingin segera memindahkan pedagang ke Pasar Rejomulyo Baru. Dan mempertimbangkan agar jangan sampai pedagang mengambil keputusan untuk pindah dan meninggalkan Kota Semarang.

‘’Justru itu akan merugikan Kota Semarang. Misalnya mereka pindah di Sayung Demak, Kota Semarang akan kehilangan retribusi yang cukup tinggi. Namun saya juga berharap temen-temen pedagang untuk berkomunikasi dengan Pak Walikota,’’ tegasnya.

Sementara itu, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan, semua pihak harus menghormati hukum. Pemerintah selama ini tidak bertindak arogan dan tidak sewenang-wenang. Pemerintah juga tidak menggusur para pedagang begitu saja namun telah menyediakan tempat relokasinya.

‘’Setelah semuanya jelas, mari kembali duduk bersama memikirkan Semarang melakukan perceptan pembangunan. Kota Semarang membutuhkan banyak tangan untuk membangun,’’ katanya.

Pria yang karib disapa Hendi juga kembali menegaskan, pedagang harus berpikir realistis dan mau untuk pindah ke pasar baru yang selama ini sudah dibangun oleh pemerintah. Sebab bangunan senilai miliaran rupiah itu akan sia-sia jika tidak ditempati oleh pedagang. Jika masih ada kekurangan pasti akan kembali dianggarkan. (duh)

You might also like

Comments are closed.