Pedagang Johar Belum Kepikiran soal Dugderan

Amini, pedagang korden di Pasar Johar belum berpikir soal Dugderan. Dia ingin fokus menata dagangannya dan menarik minat pembeli. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Amini, pedagang korden di Pasar Johar belum berpikir soal Dugderan. Dia ingin fokus menata dagangannya dan menarik minat pembeli. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Sejumlah pedagang Pasar Johar tak begitu menghiraukan terkait ada dan tidaknya Dugderan pada tahun ini. Hal itu disebabkan kondisi mereka yang masih dalam keprihatinan pasca kebakaran Pasar Johar dua pekan lalu.

“Bisa berjualan lagi sudah bersyukur. Kalau Dugderan diadakan, saya belum ada bayangan sama sekali untuk buka lapak seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkap penjual korden, Amini (40) kepada metrosemarang.com, Jumat (22/5).

Memang, kebanyakan dari mereka para pedagang cukup senang dengan bisa kembali berjualan. Selain itu, mereka lebih memilih untuk memaksimalkan dulu tempat dagangannya di penampungan sementara.

“Yang penting pelanggan-pelanggan kita bisa kembali, agar pendapatan stabil. Apalagi sekarang lagi musim pendaftaran sekolah. Seperti saya, tahun ini harus memasukkan anak pertama ke SMP dan yang kedua ke TK, kan butuh biaya banyak,” tambah Amini.

Para pedagang Johar sendiri sampai saat ini masih dipusingkan dengan minimnya minat pembeli. Penempatan pedagang yang masih carut marut juga turut berpengaruh terhadap penurunan omzet mereka. Ia menilai hal itu berimbas pada sulitnya para pembeli untuk mengetahui letak penjual langganannya.

Sumarni, salah seorang pemilik kios membenarkan bahwa para pedagang masih kesulitan mengembalikan kondisi seperti semula. Dia mengaku setiap hari mengalami kerugian karena sepi pembeli.

“Kan penempatannya sesuai undian, jadi tidak tertata. Mana bagian untuk pedagang buah dan jajanan seperti saya, atau yang lainnya. Jadi pelanggan-pelanggan yang dulu masih bingung mencari,” terangnya.

Pemkot Semarang sudah memutuskan meniadakan Pasar Dugderan yang biasa digelar sepekan sebelum puasa. Namun, tradisi karnaval Dugderan bakal tetap dipertahankan dan rencananya akan berlangsung pada 16 Juni 2015. (ans)

 

 

You might also like

Comments are closed.